Tuhan Berikan 48 Tahun Yang Begitu Indah Kepada Habibie dan Ainun

Sejak hidup bersama, Hasri Ainun Besari dan B.J. Habibie tak pernah berpisah lagi. Namun Tuhan berencana lain, kisah cinta keduanya harus berakhir karena maut memisahkan.

Pada 24 Maret 2010, Hasri Ainun Habibie masuk ke rumah sakit Ludwig-Maximilians-Universitat, Klinikum Gro’hadern, Munchen, Jerman karena ada tumor di paru-parunya. Selama dirawat, Ainun berada di bawah pengawasan direktur Rumah Sakit Prof Dr Gerhard Steinbeck, yang juga spesialis penyakit jantung.

Ainun telah menjalani 12 kali operasi dan empat dari 12 operasi tersebut merupakan operasi utama. Sisanya, merupakan operasi eksplorasi. Namun, kabar duka itu akhirnya tiba.

Tepat pukul 17.05 waktu Jerman, Sabtu, 22 Mei 2010, Ainun wafat dalam usia 72 tahun. Sebelum wafat, Ainun sempat beberapa kali mengalami kritis, namun jiwanya tidak terselamatkan lagi.

Ainun Habibie dilahirkan di Semarang, Jawa Tengah, 11 Agustus 1937 sebagai anak keempat dari delapan bersaudara pasangan Mohammad Besari dan Hajjah Sadarmi. Ainun pernah mendapatkan gelar dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada 1961.

Nama Hasri Ainun yang diberikan keluarganya mempunyai arti mata yang indah. Semasa hidupnya, Ainun memiliki jiwa sosial tinggi, terutama dengan dibentuknya yayasan beasiswa ORBIT dan Bank Mata untuk penyantun Mata Tunanetra.

Kini, jenazah Ainun Habibie telah dikebumikan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata. Upacara pemakaman dipimpin langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam sambutannya, Presiden mengatakan, almarhumah Hasri Ainun adalah seorang Ibu Negara yang penuh kasih, pejuang kemanusiaan yang tulus, serta ibu dari sebuah keluarga panutan. Selamat jalan, ibu pejuang kemanusiaan.

Kini Habibie harus menjalani sisa hidupnya seorang diri tanpa wanita yang paling ia sayangi dan cintai yang selalu ada di sampingnya. Ia harus merelakan sang pujaan hatinya. Tidak akan ada yang mampu menggantikan Ainun di hati Habibie. Walaupun cinta mereka kini bukan hanya berbataskan jarak dan waktu namun berlainan dunia, kasih dan sayang mereka akan selalu menyatu hingga akhir zaman.

“Selamat Jalan Istriku, bahagialah kau disana, tenanglah kau di sampingNya… kita akan bertemu kembali dan tak terpisahkan lagi…”

dokumen foto :

 

1.  Habibie tidak pernah meninggalkan Ainun selama berada di rumah sakit Ludwig-Maximilians-Universitat, Klinikum Gro’hadern, Munchen, Jerman

2. Setelah mengalami masa kritis, akhirnya Ainun menghembuskan napas terakhirnya.

3. Putra putri Ainun tampak sangat kehilangan

4. Perjalanan kembali ke Tanah Air

5. Habibie selalu setia mendampingi Ainun.

6. Tahlilan di rumah duka

7. Takziah di rumah duka
 
 
8. Prosesi pemakaman Ainun yang dilaksanakan di TMP Kalibata Selasa, 25 Mei 2010
 
9. SBY dan Ibu Ani SBY beserta rombongan hadir untuk melayat
serta SBY yang akan memimpin jalannya prosesi pemakaman.
 
 
 
10. Tampak pasukan dengan rapih membawa Jenazah Ainun ke tempat pemakaman
 
11.  Ritual pemakaman berlangsung dengan sangat hikmat
 
 
12. Sedih yang begitu mendalam, akhirnya Habibie tak kuasa menahan tangis…
 
13. SBY memberikan penghormatan terakhir kepada Ibu Negara Hasri Ainun Besari
 
 
 
14. Akhir dari prosesi pemakaman.
 
– THE END –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s