Just saying… “Teman”.

Kadang bangga aja kalau nyadar gue orangnya agak ‘cuek’. Nggak terlalu mau tau banget apa yang terjadi di luaran sana. Nggak yang pingin tampil terus. Thanks to my parents, yang udah bikin gue punya kepribadian seperti ini. Kadang temen-temen ngerasa gue suka ngilang gitu aja–itu memang dari duluuu gue biangnya ngilang–tiba-tiba nongol lagi kayak nggak pernah ngilang hahaha. Gue seneng aja karena temen gue yang bener-bener kenal gue sama sekali nggak heran sama my behaviour yang agak annoying itu. Thanks to you all guys! Hehe however gue tetap Dea yang mereka kenal.
Akhir-akhir ini–setelah nikah–gue sering banget ngerasa ada yang nggak ngenakin. Tentunya lingkungan ya, disaat lagi anteng-antengnya di rumah, punya tetangga yang kebetulan banget temen deket juga, yang kebetulan mereka super nice, dan pas banget (kalau kalian temen deket pasti tau) gue kan mageran jadi Dea yang anak kamaran ya jadi Dea anak rumahan! Yeayyyy!! Itu kabar baiknya, and kabar gak baiknya… Gue denger dari beberapa temen yang bilang kalau suami gue berubah dan bla bla bla. Awalnya agak kesel karena who the hell they are?!! Bisa berkampanye di lingkungan sekitar menjudge kalau suami gue atau ‘kita’ berubah, dan sampai bikin a genk?!! Hahaha mungkin mereka atau orang itu hanya terlalu banyak pikiran, jadi hal-hal sensitif yang nothing jadi dibesar-besarkan (?). Sungguh, awalnya gue kesel, eneg, males, sampai yang kepikiran hampir setiap malam. Tapi setiap sholat gue berdoa semoga dijauhkan dari hal-hal buruk dan diberi ketenangan, baik untuk gue dan suami–apalagi saat ini gue sedang menjalani program hamil.
Sebenarnya yang memperkeruh keadaan adalah jalan pikir manusia dan lingkungan disekitarnya. Jadi gue putuskan untuk berhenti membahas dan berhenti memikirkan. Untuk semua yang ada di luar sana, siapapun mereka, nggak ada yang berhak bikin suram kehidupan gue dan suami. Yang gue tau, gue harus selalu nice to others dan ngga perlu nambahin sok manis sok baik sok iya sok oke, semua yang ada di gue adalah the real me. Suka bagus nggak suka yaudah, toh mau gak mau gue pasti ada disekitar mereka, dan belum ada rencana pindah ke Zimbabwe.
Kenapa harus nikam di belakang??? Apa sih masalah awalnya?? Bilang si A berubah bla bla bla. Padahal selalu ada alasan mengapa orang berubah, dan semua orang harus terima kalau sesuatu pasti bisa berubah. APAPUN.
Singkat kata, gue awalnya kesel dengan semua kabar burung yang selalu gue dengar setelah ke ria-an atau saat setelah bertemu dengan teman, awalnya semua baik-baik aja sampai akhirnya gue dan suami memilih untuk ber’solo karier’ karena merasa semua kegiatan di luar hanya buang-buang uang dan sudah saatnya untuk mengurangi dengan cara hidup lebih tenang, santai, tanpa tekanan apapun dan fokus pada masa depan keluarga. Gue coba berdamai dengan diri sendiri kemudian dengan mereka yang merasa memiliki ‘masalah’. Asalkan gue nggak melakukan hal bodoh dan tidak berusaha dengan sengaja merugikan seseorang, gue dan suami pantas untuk mendapatkan ketenangan. Saat ini gue dan suami hidup dengan tenang, selalu dikunjungi oleh kerabat dekat–kami tak lagi menyebut teman dekat dengan hanya sekedar teman, kami menganggap mereka yang bersikap santai dan terus ada adalah kerabat baik kami. Tidak ada fakenisasi dan tikamnisasi, semuanya berjalan dengan baik. Intinya, seberapa kalian mengenal teman kalian? maka kalian akan tau, “disaat mereka merasa nyaman, disitu mereka akan berada.”
Jangan membuat keadaan seseorang menjadi merasa tertekan, dan jangan pernah berpikir bahwa lama kalian berteman menjadi jaminan bahwa mereka tidak akan berpaling, karena saat mereka merasakan tekanan, maka hilang semua kenyamanan, saat mereka merasa tidak nyaman, maka mereka akan berusaha untuk mencari tempat baru yang lebih baik dan dengan seketika melupakan semua kenangan lama. In real life, 1000 kebaikan bisa rusak hanya karena 1 kesalahan, that’s the fact. So face it. Bukan berarti tidak menjadi akrab berarti tidak bisa tetap berteman baik bukan? Berdamailah dengan hati kita, Insyallah itu semua akan mendatangkan hal-hal yang baik untuk diri kita.

My bed,
Thursday, 24-10-2013 14:18pm
Pesona Khayangan
Depok

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s