Bagian tubuh yang masih berfungsi saat sudah meninggal kadang ada yang digunakan untuk donor organ. Read this for more information…

Patient-Doctor-Hands_1

Saat pertamakali orang dinyatakan meninggal, secara klinis dianggap mati karena tidak ada fungsi napas. Namun, belum berarti semua sel dalam tubuhnya mati. Kematian sesungguhnya menunggu sampai 4 jam. Mengapa?
Kab. Bag/SMF Ilmu kedokteran Forensik FK Unud/RS Sanglah dr. Ida Bagus Putu Alit, Sp.F, DFM., mengatakan,saat pertamakali orang dinyatakan meninggal disebut kematian somatik atau kematian sistemik atau kematian klinis.

“Secara klinis dianggap mati karena tidak ada lagi fungsi napas, jantung atau saraf pusat yang fungsinya tidak bisa balik lagi,” ujarnya.

Namun, tidak semua sel dalam tubuh langsung mati. Tergantung dari kemampuan organ tersebut tahan dengan tidak adanya oksigen. Makin tahan organ tersebut dengan tidak adanya oksigen maka makin lama kematian seluler-nya.

Secara umum, dari kematian somatik menuju kematian seluler memerlukan waktu 3-4 jam. Namun, jaringan tertentu memunyai spesifik waktu tertentu misalnya jaringan otak sangat rentan dengan kekurangan oksigen. Dalam beberapa menit langsung sudah tidak berfungsi lagi.

Donor Organ

o-ORGAN-DONATION-facebook

Beberapa organ tubuh dapat dijadikan donor setelah kematian somatik. Transplantasi organ merupakan pemindahan seluruh atau sebagian organ dari satu tubuh ke tubuh yang lain atau dari suatu tempat ke tempat yang lain pada tubuh yang sama. Transplantasi ini ditujukan untuk menggantikan organ yang rusak atau tidak befungsi pada penerima dengan organ lain yang masih berfungsi dari donor.
Contohnya, kornea mata.

“Karena jaringan di dalamnya tidak ada pembuluh darah, kornea mata dapat digunakan sebelum 6 jam. Begitu juga ada darah yang langka yang bisa digunakan sebelum 6 jam. Jantung dapat digunakan dengan batas waktu 1 jam dari kematian somatik. Ginjal dengan batas waktu 45 menit dari kematian somatik, dan transplantasi hati hanya 15 menit. Sekarang ini ada bagian tubuh seperti selaput otak dan tendor di otot dapat berfungsi beberapa jam setelah kematian somatik. Waktu kematian selulernya bisa panjang sampai 10 jam. Selaput otak bisa digunakan untuk genderang telinga yang robek.” kata dokter Ida Bagus Putu Alit.

Untuk donor organ tubuh dapat digunakan orang yang masih hidup dan orang mati (cadaver). Kalau ingin mendonorkan organ tubuh, harus ada yang menerima sesegera mungkin sesuai dengan batas waktu organ tubuh tersebut masih bisa berfungsi.

“Karena kalau melebihi waktu tersebut, organ tubuh itu tidak bisa dipakai donor lagi. Beda organ beda batas waktu,” ujarnya.

Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi yakni antara pendonor dan yang menerima donor harus sesuai. Artinya, tidak ada reaksi menolak dari jaringan yang digunakan. Yang dipakai untuk pengukuran adalah human leucocyte antigen atau HLA. Bagi yang sudah meninggal biasanya mereka membuat surat wasiat sebelumnya ingin mendonorkan organ tubuhnya. Penerima donor juga harus segera disiapkan dengan beberapa pemeriksaan dan segera mungkin menerima donor tersebut. Contohnya, donor mata. Ketika sudah meninggal, korneanya segera didonorkan kepada si penerima sebelum batas waktu 6 jam. Kalau terlambat tidak bisa lagi digunakan, belum lagi waktu untuk mencari kecocokan antara pendonor dan penerima donor.

Yang baru dikembangkan di Indonesia, dari badan nuklir Indonesia adalah bone grafting, tranpalasi tulang yang setelah diproses kemudian disimpan dengan suhu minus 44 derajat celcius kemudian baru bisa digunakan.
Dalam proses donor ada prosedur medis yang dilakukan misalnya memberi obat antiradang agar jaringannya benar-benar tumbuh lagi. Banyak sekali prosesnya dan tidak mudah. Menurutnya, banyak hal yang mempengaruhi keberhasilan donor organ tersebut.
Untuk pendonor hidup yang bisa dilakukan hanya transplantasi ginjal atau sumsum tulang. Ginjal manusia ada dua. Fungsi yang hilang diambil oleh ginjal yang masih utuh. Semua ini tergantung dari kesehatan ginjal yang masih ada. Menurutnya, memang agak rentan, dan harus dilakukan orang yang benar-benar siap dan sehat.
Terkait pencurian organ tubuh, dr. Alit berpandangan, pencurian organ tubuh termasuk pelanggaran hukum. Sebelum menjadi donor, pendonor harus memberikan persetujuan yang sah yang dilakukan orang dewasa, spontan tanpa paksaan, dan benar-benar sadar. Biasanya pendonor membuat surat wasiat atau mengatakan sesaat sebelum meninggal. Setelah itu baru bisa melakukan pendonoran organ tubuh. Kalau itu tidak terpenuhi termasuk pelanggaran hak asasi.

 

Antisipasi Penyakit Menular

Perbedaan waktu kematian somatik dengan kematian molekuler digunakan bukan hanya untuk keperluan donor organ tubuh. Namun, juga untuk antisipasi penyakit menular tidak menulari orang lain. Setelah 4 jam dari kematian somatik, bagian forensik akan melakukan tindakan tertentu/disenfektan dengan tujuan agar penyakit menular yang dibawa jenazah tidak menulari orang lain.

“Kalau langsung diberikan kepada keluarganya mereka bisa tertular, karena belum semua sel mati dan virusnya masih melekat,” paparnya lebih jauh. Biasanya, setelah kematian somatik ditunggu sampai 4 jam, kemudian baru dilakukan disenfektan.

 


 

Aku iseng cari informasi tentang berita terkait di atas, tentang organt tubuh yang masih berfungsi saat sudah meninggal. Karena aku penasaran apa aja yang masih aktif pada saat kita sudah meninggal. Tadinya aku pikir otak masih berfungsi walaupun kita sudah meninggal, ternyata nggak! Malahan otak bisa dengan cepat nggak berfungsi karena nggak ada oksigen buat nge-back up. Berarti dari ulasan di atas bagian tubuh kita yang akan bertahan paling lama setelah kita meninggal adalah kornea dan darah langka selama 6 jam, selaput otak dan tendor otot selama 10 jam. Waw, hebat juga ya tubuh ini bisa bertahan selama itu walaupun tanpa ada bantuan jantung dan otak.

Yang pasti kalau kalian berminat untuk mendonorkan sebagian dari tubuh kalian baik sebelum atau sesudah kalian meninggal, ada baiknya kalian tetap menjaga kesehatan kalian dengan baik, karena pendonor juga harus sehat sebelum mendonorkan sesuatu dari organnya.

Oh ya! Aku ada baca di suatu postingan yang tulisannya tentang harga-harga organ yang dijual di pasar gelap, dan biasanya yang menjual organ tersebut adalah TKI!!! Kemungkinan besar mereka menjual organ tubuhnya tersebut karena kebutuhan mereka (mungkin yaa..),

OrganTubuh-CapitalismIsOver-Com-D

Listing harga :

  • Sepasang bola mata : US$ 1.525 kurang lebih 18jt
  • Kulit kepala : US$ 607 kurang lebih 7,3jt
  • Tengkorak dengan gigi : US$ 1.200 kurang lebih 14.5jt
  • Bahu : US$ 500 kurang lebih 6jt
  • Arteri koroner : US$ 1.525 kurang lebih 18.3jt
  • Jantung : US$ 119.000 kurang lebih 1.4 Millyar
  • Hati : US$ 157.000 kurang lebih 1.8 Millyar
  • Tangan & Lengan : US$ 385 kurang lebih 4.6jt
  • Pint darah : US$ 337 kurang lebih 4jt
  • Limpa : US$ 508 kurang lebih 6jt
  • Perut : US$ 508 kurang lebih 6jt
  • Usus kecil : US$ 2.519 kurang lebih 30jt
  • Ginjal : US$ 262.000 kurang lebih 3Milyar
  • Kandung empedu : US$ 1.219 kurang lebih 14.6jt
  • Kulit : US$ 10 kurang lebih 120.000 setiap inci perseginya

Donor menurut Etika dan Agama…

Transplantasi Organ dari Segi Agama Hindu :

Menurut ajaran Hindu transplantasi organ tubuh dapat dibenarkan dengan alasan, bahwa pengorbanan (yajna) kepada orang yang menderita, agar dia bebas dari penderitaan dan dapat menikmati kesehatan dan kebahagiaan, jauh lebih penting, utama, mulia dan luhur, dari keutuhan organ tubuh manusia yang telah meninggal. Perbuatan ini harus dilakukan diatas prinsip yajna yaitu pengorbanan tulus iklas tanpa pamrih dan bukan dilakukan untuk maksud mendapatkan keuntungan material. Alasan yang lebih bersifat logis dijumpai dalam kitab Bhagawadgita II.22 sebagai berikut:

“Wasamsi jirnani yatha wihaya nawani grihnati naro’parani, tatha sarirani wihaya jirnany anyani samyati nawani dehi” Artinya: seperti halnya seseorang mengenakan pakaian baru dan membuka pakaian lama, begitu pula Sang Roh menerima badan-badan jasmani yang baru, dengan meninggalkan badan-badan lama yang tiada berguna.

Ajaran Hindu tidak melarang bahkan menganjurkan umatnya unutk melaksanakan transplantasi organ tubuh dengan dasar yajna (pengirbanan tulus ikhlas dan tanpa pamrih) untuk kesejahteraan dan kebahagiaan sesama umat manusia. Demikian pandangan agama hindu terhadap transplantasi organ tubuh sebagai salah satu bentuk pelaksanaan ajaran Panca Yajna terutama Manusa Yajna.

 

Transplantasi Organ dari Segi Agama Islam :v

Transplantasi Organ dari Donor yang sudah meninggal Allah telah mengharamkan pelanggaran terhadap kehormatan mayat sebagaimana pelanggaran terhadap kehormatan orang hidup. Allah menetapkan pula bahwa menganiaya mayat sama saja dosanya dengan menganiaya orang hidup. Diriwayatkan dari A‟isyah Ummul Mu‟minin RA bahwa Rasulullah SAW bersabda :

“Memecahkan tulang mayat itu sama dengan memecahkan tulang orang hidup.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Hibban).

Imam Ahmad meriwayatkan dari „Amar bin Hazm Al Anshari RA, dia berkata,

”Rasulullah pernah melihatku sedang bersandar pada sebuah kuburan. Maka beliau lalu bersabda : “Janganlah kamu menyakiti penghuni kubur itu !”

Hadits-hadits di atas secara jelas menunjukkan bahwa mayat mempunyai kehormatan sebagaimana orang hidup. Begitu pula melanggar kehormatan dan menganiaya mayat adalah sama dengan melanggar kehormatan dan menganiaya orang hidup.

Transplantasi Organ Dari Donor Yang Masih Hidup. mendonorkan organ tunggal yang dapat mengakibatkan kematian si pendonor, seperti mendonorkan jantung, hati dan otaknya. Hukumnya tidak diperbolehkan, Berdasarkan firman Allah SWT dalam Al – Qur‟an :1) surat Al – Baqorah ayat 195 ” dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan ”2) An – Nisa ayat 29 ” dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri ”3) Al – Maidah ayat 2 ” dan jangan tolong – menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. “

 

Transplantasi Organ dari Segi Agama Budha :

Dalam pengertian Budhis, seorang terlahir kembali dengan badan yang baru. Oleh karena itu, pastilah organ tubuh yang telah didonorkan pada kehidupan yang lampau tidak lagi berhubungan dengan tubuh dalam kehidupan yang sekarang. Artinya, orang yang telah mendanakan anggota tubuh tertentu tetap akan terlahir kembali dengan organ tubuh yang lengkap dan normal. Ia yang telah berdonor kornea mata misalnya, tetap akan terlahir dengan mata normal, tidak buta. Malahan, karena donor adalah salah satu bentuk kamma baik, ketika seseorang berdana kornea mata, dipercaya dalam kelahiran yang berikutnya, ia akan mempunyai mata lebih indah dan sehat dari pada mata yang ia miliki dalam kehidupan saat ini.

 

Transplantasi Organ dari Segi Agama Kristen :

Di alkitab tidak dituliskan mengenai mendonorkan organ tubuh, selama niatnya tulus dan tujuannya kebaikan itu boleh-boleh saja terutama untuk membantu kelangsungan hidup suatu nyawa (nyawa orang yang membutuhkan donor organ) bukan karena mendonorkan untuk mendapatkan imbalan berupa materi, uang untuk si pendonor organ. Akan lebih baik lagi bila si pendonor sudah mati dari pada saat si pendonor belum mati karena saat kita masih hidup organ tubuh itu bagaimanapun penting, sedangkan saat kita sudah mati kita tidak membutuhkan organ tubuh jasmani kita.

 

Transplantasi Organ dari Segi Agama Katolik :

Gereja menganjurkan kita untuk mendonorkan organ tubuh sekalipun jantung kita, asal saja sewaktu menjadi donor kita sudah benar-benar mati artinya bukan mati secara medis yaitu otak kita yang mati, seperti koma, vegetative state atau kematian medis lainnya. Tentu kalau kita dalam keadaan hidup dan sehat kita dianjurkan untuk menolong hidup orang lain dengan menjadi donor.

Kesimpulannya bila donor tidak menuntut kita harus mati, seperti donor darah, sum-sum, ginjal, kulit, mata, rambut, lengan, jari, kaki atau urat nadi, tulang maka kita dianjurkan untuk melakukannya. Sedangkan menjadi donor mati seperti jantung atau bagian tubuh lainnya dimana donor tidak bisa hidup tanpa adanya organ tersebut, maka kita sebagai umat Katolik wajib untuk dinyatakan mati oleh ajaran GK. Ingat, kematian klinis atau medis bukan mati sepenuhnya, jadi kita harus menunggu sampai si donor benar-benar mati untuk dipanen organ, dan ini terbukti tidak ada halangan bagi kebutuhan medis dalam pengambilan organ.

Kesimpulannya… Jadi pandangan agama terhadap transplatasi tidak melarang tapi disini kita melakukan transplantasi harus berdasarkan asas hati nurani bukan berdasarkan nilai material dan transplantasi jangan sampai membahayakan si pendonor 🙂

 


youngwoman_thumb 3177247_20130223012201 288972993

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s