Ratu Elizabeth I adalah seorang pria ? (Info Terlengkap!)

RATU ELIZABETH I.

Di sepanjang sejarah Inggris, Ratu Elizabeth I merupakan Ratu Paling Berpengaruh. Empat puluh lima tahun masa pemerintahannya adalah masa kemakmuran ekonomi bagi Inggris, karena saat itu sastra dan kekuatan militeran Armada laut yang dimiliki oleh Inggris berkembang sangat pesat. Perlu dicatat, bahkan sampai sekarang Inggris mengalami zaman keemasan justru ketika diperintah oleh Ratu Elizabeth I. Dia bahkan memilih secara sepihak untuk tidak menikah walau parlemen mendesaknya untuk segera menerima pinangan. Ada apakah dibalik semua misteri tersebut?

Kelahiran Sang Ratu Elizabeth.

cdcf8b37e3
Greenwich.
Penguasa kharismatik dan populer berusia 45 tahun memimpin Inggris dan membangun pesemakmuran ekonomi Inggris raya ini dilahirkan di Greenwich dari Raja Inggris, Henry VIII dengan isteri ke-duanya Anne Boleyn. Mulanya Raja Henry VIII menikah dengan Catherine of Aragon dari Spanyol. Pernikahan itu membuahkan seorang putri, namun Henry menginginkan untuk menikah lagi dan mengajukannya kepada pihak gereja untuk membatalkan pernikahannya dengan Catherine dan berniat untuk menikah dengan Anne yang saat itu masih muda dan cantik.
Catherine menolak upayanya untuk membatalkan pernikahannya sehingga ia harus menerima hukuman penjara, walau hukuman itu lebih baik daripada hukuman yang kelak akan diterima oleh Anne yaitu hukuman penggal. Setelah memenggal Anne dan mengajukan pembatalan pernikahan, akhirnya pernikahan Henry dianggap tidak syah dan Elizabeth dinyatakan sebagai anak haram.
Walau dianggap sebagai anak haram, namun sang raja sangat menyayanginya. Elizabeth dibesarkan dengan baik di lingkungan istana dan memperoleh pendidikan sepantasnya. Sampai akhirnya beredar rumor bahwa sebenarnya Ratu Elizabeth yang sebenarnya telah meninggal sejak ia masih anak-anak karena sakit yang di deritanya. Bagaimana kisah selanjutnya, berikut informasi yang sudah aku rangkum…

queen eli
Ratu Elzabeth I.
Sejarah mencatat, Ratu Elizabeth I sebagai penguasa monarki Inggris ke-enam sekaligus yang terakhir dari Dinasti Tudor. Ia lahir di Greenwich, 7 September 1533 dan meninggal di Richmond, 24 Maret 1603. Di usia 69 tahun.

Tulang belulangnya disatukan dan diletakkan berdekatan dengan milik kakak tirinya Mary I atau dikenal dengan “Bloody Mary” di sebuah makam di Westminster Abbey.

bm
Mary I.
Kini, tanda tanya besar merebak, Benarkah tulang itu peninggalan ratu yang memerintah di masa keemasan Inggris selama 45 tahun, ataukah bukti dari konspirasi terbesar dalam sejarah Inggris?
Jika terbukti itu bukan kerangka Ratu Elizabeth 1, bisa jadi sejarah panjang Inggris selama 4 abad, didasarkan atas sebuah kebohongan besar.

Apa sesungguhnya yang terjadi?

Adalah sebuah buku kontroversial yang baru diterbitkan, “The King’s Deception” karya penulis Amerika Serikat, Steve Berry yang kembali mengangkat kisah dan desas-desus yang sejatinya sudah lama berhembus.

7af92e74e0805215e76c38068b5dd111
Steve Berry with the book.

Alkisah, kebohongan itu terjadi di suatu pagi di musim gugur 470 tahun lalu. Saat kepanikan melanda sekelompok orang di sebuah istana kecil di Desa Cotswold, Bisley, Gloucestershire.
henry-viii3
Raja Inggris, Ayah Ratu Elizabeth, Henry VIII.
Raja Inggris saat itu, Henry VIII bisa tiba kapanpun. Ia sedang melakukan perjalanan jauh dari London yang amat tidak nyaman bagi penguasa 52 tahun yang kegemukan dan tak bisa jalan akibat luka bernanah — demi menemui putrinya, Elizabeth.
henry-8-anne-boleyn
Henry VIII bersama Anne Boleyn (Istri ke-dua)
Sang putri kecil sengaja dikirim ke pedesaan agar tak kena wabah yang merebak di ibukota. Tapi ia malah jatuh sakit, demam tinggi, dan pendarahan. Setelah beberapa minggu sakit hingga muntah darah, tubuhnya terlalu lemah untuk bertahan.

Malam sebelum raja tiba, putri tercinta hasil pernikahan dengan Anne Boleyn sekarat. Pagi harinya Elizabeth meninggal.

Panik tak terelakkan, pengasuh Elizabeth, Lady Kat Ashley punya alasan untuk takut mengatakan pada raja, tentang berita duka cita ini. Bisa-bisa nyawa mereka melayang disiksa dengan bengis. Apalagi, empat anak Henry VIII meninggal saat kecil. Satu lainnya adalah Edward yang sakit-sakitan di usianya yang kelima, dan seorang perempuan muda berusia 20 tahun yang belum menikah dan merana karena patah hati.

220px-Portrait_of_Edward_VI_of_England
Elizabeth half-brother, Edward VI.

Elizabeth adalah anak kesayangan sang penguasa Tudor. Di masa depan ia akan dinikahkan dengan pangeran dari Prancis atau Spanyol — sekutu internasional. Tak hanya itu, anak Elizabeth adalah pewaris dinasti yang amat dinanti-nanti.

Elizabeth palsu.

Tapi Elizabeth sudah meninggal. Satu-satunya cara untuk menyembunyikan kebenaran pahit itu, selain melarikan diri, adalah menipu sang raja.

Pikiran pertama yang terlintas di pikiran Kat Ashley adalah menemukan seorang gadis desa untuk bertukar tempat dengan sang putri. Namun, tak ada gadis cilik yang seumuran Elizabeth. Hanya ada seorang bocah laki-laki canggung bernama Neville.

Neville dipaksa menjadi putri raja. Saat bersua dengan putrinya, Henry VIII yang jarang bertemu dengannya, tak merasakan perubahan itu.

Putri raja dikenal sangat lembut, rajin belajar, dan pemalu berat. Ia tak pernah bicara di depan raja, ayahnya, yang telah memenggal ibunya sendiri.
437897

Setelah memakamkam Elizabeth di peti batu di bawah tanah istana, pengasuh dan pengawal yang bersekutu itu mulai mengajarkan Neville bagaimana untuk jadi putri sesungguhnya.

“Tak ada yang curiga. Mengira perubahan fisiknya adalah akibat pertumbuhan dari gadis cilik menjadi gadis remaja,” demikian dimuat Daily Mail 8 Juni 2013. Termasuk, Elizabeth yang dulunya pemalu jadi berani dan angkuh.

elizacoro elizteerlinc2 eliza1570
Elizabeth juga lebih lambat menerima pelajaran, padahal saat masih kecil ia bak spons yang cepat menyerap semua hal yang diajarkan gurunya.

Tentu saja ini teori yang absurd. Mengingat kisah mahsyur Ratu Elizabeth “Virgin Queen” yang hingga saat ini diabadikan dalam drama, lagu, bahkan film — salah satunya oleh Shakespeare

Menjadi Ratu.

Mary1_by_Eworth_2
Ratu Mary I.
Dan pendulum sejarah berayun cepat. Saat Henry VIII wafat, saudari Elizabeth, Mary menjadi seorang ratu. Ia kemudian menjebloskan Elizabeth dalam penjara, agar tidak mengancam tahtanya.
Elizabeth tinggal di tahanan disertai Kat Ahsley dan Thomas Parry — pasangan abdi yang mengubahnya dari bocah laki-laki menjadi putri.
4605fb4e5f12a60a8e957e3873c8a7d5 TOM
Katherine Ashley and Thomas Perry (pelayan setia dari Ratu Elizabeth 1)
Saat Mary I meninggal dunia di usia 42, yang pertama dilakukan Elizabeth sebagai ratu adalah mengangkat Lady Ashley sebagai kepala pelayan dan mengangkat Thomas Parry sebagai bangsawan yang punya kedudukan penting.
wil
William Cecil.
Penulis buku, Steve Berry yakin, pada suatu hari Elizabeth membuka rahasianya pada kepala rumah tangga istana yang baru William Cecil, yang punya reputasi berkemampuan cenayang. Ia ingin menyakinkan Cecil bahwa rencana menikahkannya dengan pangeran dari negeri lain akan membawa kehancuran bersama.

Ini bukan kali pertamanya cerita itu ditulis dalam sebuah buku. Kisah tentang anak lelaki dari Bisley pernah diangkat dalam sebuah buku karya pengarang “Dracula”, Bram Stoker — “Imposter”.

19101030-2-was FamousImpostors bram-stoker-famous-imposters-163502685
(Kiri-kanan), Dalam sebuah surat kabar 30 Oktober 1910, Buku “Famous Importer”, Mr. Bram Stoker
Stoker mendengar cerita turun-temurun tentang peti mati ditemukan oleh seorang pendeta di Bisley selama awal tahun 1800-an, berisi kerangka seorang gadis mengenakan riasan ala Tudor, bahkan permata yang dijahit ke gaunnya. Pasti dia bukan gadis biasa.

Di atas segalanya, Stoker yakin, satu-satunya penjelasan mengapa Elizabeth 1 yang menduduki tahta pada tahun 1558, dalam usia 25 tahun, tak pernah menikah, bahkan bersumpah tak akan bersuami meski Kaisar Spanyol menyodorkan putranya: karena ia bukan wanita. Sebuah keputusan yang memprovokasi penyerbuan Spanyol.

While she was there word came that the King was coming to see his little daughter. Shortly before his arrival, however, “the child developed acute fever, and before steps could be taken even for her proper attendance and nursing, she died. The governess feared to tell her father — Henry VIII had the sort of temper which did not make for the happiness to those around him.” The nurse thereupon hid the body and scoured the neighborhood for some living girl child who could be passed off for the Princess.

“But here again was a check. Throughout the little village and its surroundings was to be found no little girl of an age reasonably suitable for the purpose required. More than ever distracted, for time was flying by, she determined to take the greater risk of a boy substitute — if a boy could be found.” And, of course, there was a boy available — “just such a boy as would suit the special purpose for which he was required, a boy well known to the governess, for the little princess had taken a fancy to him and had lately been accustomed to play with him. Moreover, he was a pretty boy, as might have been expected from the circumstance of the little Lady Elizabeth having chosen him as her playmate. He was close at hand and available. So he was clothed in the dress of the dead child, they being of about equal stature.” King Henry, it is said, suspected nothing during his visit, as Elizabeth had always feared him and there had never been any of the intimacies of father and daughter between them.

Sementara dia berada di sana kabar bahwa Raja datang untuk melihat putri kecilnya . Sesaat sebelum kedatangannya , bagaimanapun, ” anak itu terserang demam akut , dan sebelum langkah-langkah dapat diambil bahkan langkah apapun untuk kepentingannya dan keperawatan , dia meninggal . Pengasuh takut untuk memberitahu ayahnya – Henry VIII, ia memiliki semacam amarah yang berdampak tidak baik bagi orang-orang yang berada di sekelilingnya ” Setelah itu para perawat menyembunyikan tubuh Elizabeth dan menjelajahi lingkungan sekitar untuk mencari beberapa anak perempuan yang bisa menggantikan posisi tuan Puteri Elizabeth. ” Tetapi kembali lagi pada pencarian. Sepanjang desa kecil dan sekitarnya mereka harus menemukan gadis kecil yang umurnya cukup cocok untuk tujuan yang diperlukan. Lebih sulit dari perkiraan, waktu berlalu, mereka bertekad untuk mengambil risiko yang lebih besar dari pengganti anak laki-laki . Jika anak laki-laki dapat ditemukan ” Dan , tentu saja , ada seorang anak yang tersedia – ” hanya anak laki-laki yang pas yang akan sesuai dengan tujuan khusus yang ia dibutuhkan , anak laki-laki yang dikenal baik pengasuh, untuk puteri kecil yang telah menandai kemewahan padanya dan akhir-akhir ini telah terbiasa bermain dengannya. Selain itu , dia adalah seorang anak laki-laki cantik, seperti yang mungkin telah diharapkan dari keadaan Lady Elizabeth telah memilihnya sebagai teman mainnya . Dia hampir memenuhi kriteria dan bersedia. Jadi dia mengenakan gaun puteri yang telah meninggal, mereka menjadi bertubuh hampir sama . ” Raja Henry , dikatakan , tidak menduga apa-apa selama kunjungannya , seperti Elizabeth selalu takut kepada-Nya dan tidak pernah ada salah satu keintiman ayah dan putri antara mereka .

(translate by Google Translate dan ada beberapa yang dibenarkan. Sorry ya kalo ada yang salah hihi…)
Elizabeth juga terkenal dengan ucapannya kala itu. Bahwa ia tak takut dengan serbuan Spanyol. “Aku punya jiwa seorang pria, bukan wanita. Dan aku tak takut pada apapun.”

Petunjuk Aneh.

Penulis buku, Steve Berry mengangkat kembali cerita ini dari kunjungannya ke Katedral Ely di Cambridgeshire, 3 tahun lalu. Saat ia mendengar tentang sebuah rahasia yang hebat. Yang ternyata didukung banyak referensi.
Keyakinannya bertambah saat melihat lukisan karya pelukis istana William Scrots, yang memotret Elizabeth saat masih gadis cilik. Bahunya ramping, leher halus, dan wajah berbentuk hati dengan rambut warna jahe. Juga alis.

Dibandingkan dengan lukisannya setelah dinobatkan. Bahunya yang lebar dan lehernya disembunyikan dalam kerah tinggi. Ia memakai wig, alisnya gundul, rahang tegas dan bentuknya persegi.

Attributed_to_William_Scrots_-_Elizabeth_I_when_a_Princess_(1533-1603)_-_Google_Art_Project elizabeth19
Elizabeth saat gadis (kiri) dan Elizabeth saat sudah diangkat menjadi Ratu (kanan).
Ratu Elizabeth I selalu tampil dengan wig dan riasan tebal. Tak mengizinkan seorang pun melihatnya dalam kondisi polos.

Keanehan dalam diri Elizabeth sebenarnya sudah terendus oleh para anggota keluarga Tudor ratusan tahun lalu. Meyakini Sang Ratu menyimpan rahasia besar.

Lantas bagaimana meyakinkan bahwa informasi itu bukan sekedar rumor?

Steve Berry menyarankan uji DNA. Analisi yang sama yang membuktikan bahwa kerangka di bawah tempat parkir di Leicester adalah Raja Richard III. (Untuk mendapatkan bukti yang sebenar-benarnya tentang semua berita tersebut di atas, Steve Berry menyarankan untuk mengambil langkah seperti uji DNA dan lain sebagainya yang dilakukan pada penemuan kerangka tengkorak Raja Richard III beberapa tahun lalu).

Namun, dia menambahkan, sebenarnya ada cara yang lebih mudah untuk membuktikannya; membuka makamnya dan melihat apakah dua kerangka di sana adalah benar milik dua perempuan — Mary I dan Elizabeth I, ataukah ada tulang belulang pria di sana.

tumblr_luidi9B1jJ1qmbhqro1_500
“Sampai saat ini kuburan Elizabeth I tak pernah dibuka”
Kebijakan Sang “Ratu Inggris paling berpengaruh”.
Kebijakan lainnya dari Elizabeth yang dikenang sepanjang masa adalah kemenangannya atas Spanyol dan ia juga merupakan orang yang cermat dalam hal keuangan. Walau saat itu keuangan negara mengalami penyusustan, namun kehidupan rakyat tetap stabil. Elizabeth I sampai akhir hayatnya tetap perawan dan memilih untuk tidak menikah.
Diapun secara ogah-ogahan menunjuk penggantinya karena dikhawatirkan akan menjadi rivalnya, namun ketika ia tengah menjelang ajalnya, ia memilih Raja James II dari Skotlandia menjadi penggantinya. Penunjukan ini malah kelak melahirkan perang saudara di Inggris. Namun tidak bisa dipungkiri lagi, semua usaha Elizabeth I sebagai seorang Ratu sangat besar dan gaungnya terasa sampai sekarang di Inggris raya.
220px-James_II_1633-1701
James II pengganti Ratu Elizabeth I pada tahun 1685-1688.

Kematian sang Ratu Paling Berpengaruh.

Kesehatan ratu baik-baik saja hingga musim gugur tahun 1602, ketika kematian teman-temannya membuat Elizabeth depresi. Anggota kerajaan mulai khawatir mengenai siapa yang akan meneruskan tahtanya,mengingat Elizabeth tidak menikah apalagi memiliki keturunan. Di tahun-tahun tersebut rekan dan teman-teman sebaya sang ratu satu per satu mulai menjemput ajal. Hal ini membuatnya tertekan dan depresi. Pada Februari 1603, kematian Catherine Howard, keponakan sepupunya dan teman dekat Catherine, Lady Knollys, sangat berdampak pada Elizabeth. Pada bulan Maret, Elizabeth jatuh sakit dan tetap berada dalam rasa pilu yang tetap dan tak dapat dihilangkan. Ia meninggal pada tanggal 24 Maret 1603 di Istana Richmond antara pukul dua atau tiga pada pagi hari. Beberapa jam kemudian, Cecil dan dewan melancarkan rencananya dan menyatakan James VI dari Skotlandia sebagai James I dari Inggris.
Peti mati Elizabeth dibawa pada malam hari ke Istana Whitehall dengan menggunakan kapal yang diterangi oleh obor. Pada prosesi pemakamannya pada tanggal 28 April, peti matinya dibawa ke Biara Westminster oleh kereta jenazah yang ditarik oleh empat kuda yang mengenakan beludru hitam. Menurut penulis kronik John Stow yang menghadiri pemakaman tersebut:

Westminster dipenuhi oleh berbagai macam orang di jalan, rumah, jendela, atap, dan selokan mereka, yang datang untuk melihat pemakaman, dan ketika mereka melihat patungnya terbaring di atas peti matinya, terdapat napas panjang, rintihan, dan tangisan yang belum pernah terlihat atau diketahui dalam ingatan manusia.

Elizabeth dimakamkan di Biara Westminster di bilik yang sama dengan Mary. Tulisan Latin di makam mereka,
“Regno consortes & urna, hic obdormimus Elizabetha et Maria sorores, in spe resurrectionis”, yang artinya “Bersama-sama di dalam makam dan alam ini, kami tertidur, Elizabeth dan Mary, dua orang saudari, menunggu kebangkitan”.
-the end-

One Comment

  1. jeiny

    Suddenly found ur blog and I love almost all the story here illuminati,history,pregnancy,beauty review and all…keep writing and keep inspiring ,,success for u and lil fam 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s