Pendapat saya tentang kartun saat ini…

Hi Guys.
Been so long nggak ngepost sesuatu buat kalian semua πŸ™‚

Dari zaman aku masih bayi kali ya udah ada Cartoon Network, Disney, Nickelodeon, atau yang lainnya, dan aku nggak tau kartun zaman dulu sama zaman sekarang ini sama macamnya atau udah berubah, tapi emang aku SUKA banget sama tontonan kartun, komedi, daaan horor tentunya πŸ˜€

Nah, akhir-akhir ini aku selalu ngabisin waktu buat nonton kartun (kayaknya dari dulu dehhh…), dan agak mulai ngeri gitu, gara-gara beberapa kartun di Cartoon Network ada yang kurang mendidik. Walaupun aku suka ya, suka banget malah! Karena kartun yang nggak mendidik, jujur aja, emang udah banyak kejadian nyatanya. Dan para pembuat kartun itu pun juga mengambil ide dari kehidupan nyata kita. Jadi lucu aja. Kayak nonton kartun tapi versi tontonan buat orang gede nya.

Tapi kan aslinya kartun adalah tontonan buat anak-anak. Gimana adik-adik kita sekarang nggak kasar?! Kalau main suka mukul-mukul, kalau nggak diturutin maunya kadang berubah jadi monster, ngamuk-ngamuk. Trus tiba-tiba dia bisa akting macam tokoh yang dia idolain, (misalnya dia satria baja hitam, eh kita jadi musuhnya cuma gara-gara nggak ngikutin maunya. Hadehh)

Itu sih masih biasa. Ada beberapa kartun yang memang baiknya di tonton sama orang yang nalarnya udah cukup bisa ngerti aja.

Contoh,
IMG_2424.JPG

Kartun yang menceritakan sebuah keluarga, yang isinya konyol semua.
Si kakak dan si ibu adalah seekor kucing berwarna biru. Si adik seekor ikan berwana orange tapi berkaki dan memiliki tangan. Si adik yang paling kecil seekor kelinci berwarna pink sama dengan si ayah yang berbadan besar dan berwarna pink. Tapi ayahnya agak bodoh, bahkan cenderung terlihat nggak berdaya, dan dibikin sedikit idiot.
Si kakak dan adik pertamanya kompak banget di sekolah, suka bikin masalah walaupun nggak niat jahat tapi ada aja masalah yang bersangkutan sama mereka. Nah, si ibu gampang panik, si adik yang paling kecil memang agak normal. Duhh.. Kalau kalian nonton juga pasti bingung mana pesan moralnya.

Sekali lagi, aku suka kartun ini.. Hahahaha! Tapi kurang mendidik buat adik-adik kita 😦

Adalagi contoh film kartun yang paling paraaaah!!!
IMG_2423-0.JPG
Ini juga tentang sebuah keluarga. Lengkap dengan satu ibu, satu ayah, tiga orang anak yang isinya penuh dengan konflik. Kadang masalah dengan lingkungan sekitar, kadang masalah dengan anak-anaknya, kadang masalah tentang suami istri, dan yang bikin aku kadang suka mangap adalah kata-kata yang diucapkan ngga cocok banget buat dicontoh sama adik-adik kita. Walaupun tetap ya,, aku suka kartun ini, tapi bukan favorite aku. Kalian yang udah pernah nonton pasti bingung deh, apa yang baik dari film ini kecuali saat mereka akhirnya bisa berbaikan satu sama lain setelah melewati ini itu.

Ada beberapa kartun lagi yang kurang baik, tapi ngga baik juga kalau aku bahas semua disini ya kan(?). Lagipula aku rasa kalian semua juga pasti bisa membedakan kartun mana yang bagus dan mana yang kurang bagus untuk adik-adik kita.

Mendingan kalau kartun yang kurang bagus itu buat kita aja, adik-adik kita bisa nonton kartun yang lain yang lebih seumurannya. Biasanya Disney masih banyak kartun yang lucu πŸ™‚

IMG_2425-0.JPG

Kalau kalian masih penasaran sama kartun-kartun yang dianggap kurang baik atau malah buruk, coba deh searching di Google. Banyak banget kok infonya.

Tujuan postingan ini dibuat agar kalian para orang tua atau kakak atau perawat anak kecil bisa lebih teliti dalam memberi tontonan kepada adik-adik kita. Jangan mentang-mentang kartun, eh dikasih aja dari pagi sampai malam, padahal belum tentu isinya berguna buat adik-adik kita.

Sekian postingan kali ini.
Saya Deasty mohon maaf apabila ada pihak-pihak yang merasa tersinggung atau ada kesalahan dalam penulisan.
Semoga postingan kali ini dan selanjutnya bisa terus bermanfaat buat kita semua. Thanks for read this blog guys! ;>

Cao!! Xoxo

One Comment

  1. kutukamus

    Kartun sudah jadi industri luar biasa sepertinya ya. Banyak yang cuma visual atau kemasannya saja anak-anak, tapi substansi atau sifat konfliknya orang dewasa. Belum lagi soal values (nilai-nilai)β€”bicara kasar (mengolok-olok secara eksplisit/implisit), anak kecil nasehatin orangtua dll.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s