My Pregnancy Journal (2)

image

Hi.
Pada saat hamil gini ternyata nggak semudah yang dibayangkan, baru hamil, belum melahirkan dan merawat anak. The list will going on and on, ya begitulah. Pasti sebagai mommy apalagi mamud alias mama muda yang udah bersahabat dengan teknologi makin kritis dan banyak maunya buat si baby, everything for my baby… kadang harga pun nggak jadi masalah walaupun sebenarnya udah overbudget.
Well, kali ini aku mau cerita, keluh kesah dan something yang bikin aku semaleman feeling guilty.
Last night, my father in law ngajak kami untuk nemenin dia ngedrop mama ke undangan pernikahan sahabatnya di hotel Kempinski, Jakarta Pusat. Seketika aku merasa nggak nyaman karena kondisi kulit wajah aku yang full of acne dan juga selama aku preggy aku nggak biasa keluar setelah jam Magrib, banyak yang bilang pamali. Mungkin kalau disangkut pautkan dengan logika kita mitos tersebut karena angin malam yang jelas nggak baik bagi kesehatan. Berdasarkan pengalamanku yang sebelumnyapun aku akhirnya berkaca, dan memilih untuk stay demi keselamatan kehamilanku kali ini.
Tapi rasa bersalah nggak bisa aku lupain gitu aja, karena tau driver mengajukan cuti, akupun nggak tega tau papa nyetir malam-malam berdua dengan mama dan setelah ngedrop mama (karena acara tersebut khusus para sahabat) papa harus jalan-jalan ngalor-ngidul entah nggak jelas. Andai aja aku bisa ngelawan rasa capek, punggung linu, kadang kepala terasa berputar-putar, dan nggak ada masalah jerawat, aku pasti ikut. Tapi semua ini memang butuh pengertian extra, karena kandunganku yang sebelumnya tidak berjalan sesuai rencana, dokter kandunganpun menyarankan agak aku istrirahat yang banyak dan jangan terlalu capek demi menjaga kesehatan janinku. Semoga papa mama mengerti keadaan ini, dan nggak beranggapan aku menantu kurang ajar yang menolak ajakan mereka. Tapi jujur aku sangat beruntung dan bersyukur karena memiliki mertua yang sangat wise dan pengertian. Walaupun kadang papa mertuaku berprilaku sedikit annoying, maklum old man, calon opung.. hihi.
Keadaanku saat ini baik, walaupun kadang terasa mual setelah makan, dan sebenarnya aku selalu melewati waktu breakfast yang seharusnya itu wajib hukumnya. Kalau nggak salah saat ini usia kandunganku 9 atau 10 minggu, aku nggak tau pastinya sebelum aku memeriksakannya, jadi ya kurang lebih segitu. Dokter memberikan obat penguat kandungan, pengencer darah atau lebih tepatnya pencegah terjadinya pengentalan darah, vitamin, dan kalsium. Kalau urusan obat, jujur, baru kali ini aku benar-benar ikhlas meminum obat resep dokter dan meminumnya tanpa paksaan hehe. Bagaimana tidak, baru 3x aku berkunjung untuk konsultasi dan mengambil sample darah sudah merogoh kocek sepuluh juta lebih sedikit, aku pikir nggak lucu kalau sampai kandunganku kali ini sia-sia. Aku sudah menunggu moment ini sejak lama, dan aku siap, Inshaallah.
Kebetulan PRT (pembantu rumah tangga) di rumahku juga sedang mengandung anak pertamanya, usia kandungan kamipun sama. Aku sering berkeluh kesah tentang masalah kehamilanku seperti banyaknya pantangan dalam makanan yang boleh dan tidak boleh aku konsumsi, anjuran untuk tidur siang, jangan terlalu capek, dan lain sebagainya. Mengejutkan sekali, aku heran bukan main, mbak Tina (nama PRTku), dia tetap kuat dan rutin melakukan semua pekerjaan rumah seperti biasanya. Naik turun tangga, pagi-pagi dia bangun dan merapihkan seluruh rumah, menyiram tanaman dua kali sehari, membereskan kamar tidur, kamar mandi, kamar tamu, kamar pakaian, garasi yang berisikan sepatu dan masih banyak perabotan, memasak, menyuci walaupun menggunakan mesin, setrika, dan sore hari dia kembali membersihkan rumah. Aku heran, dengan sebegitu banyaknya pekerjaan dirumah ini, dia tetap melakukannya dengan senang hati dan tanpa rasa takut.
Aku teringat, pada waktu dulu saat aku mengandung dan akhirnya tidak berjalan sesuai dengan rencana, akupun hampir sama seperti mbak Tina. Memindahkan sofa, lemari berisikan gelas pajang yang harus diturunkan satu persatu kemudian di tata kembali belum lagi lemari itu sangat berat, suamikupun sudah mencoba mendorong lemari itu sendiri tapi akhirnya ia kewalahan, tapi entah bagaimana aku dengan mudahnya (walaupun terasa lumayan berat) akhirnya lemari itu terpindahkan olehku seorang diri. Crazy right? Saat itu aku juga sering keluar malam untung hangout bersama teman dan para sahabat, nggak jarang aku menghirup asap rokok karena tempat yang aku kunjungi rata-rata membolehkan pengunjungnya untuk merokok. Makan seafood, kepiting, calamari, dan lain sebagainya tanpa cari tau terlebih dahulu itu aman atau tidak untuk kehamilanku, akibatnya sembilan minggu janinku tidak lagi berkembang, betapa sedihnya aku saat itu. Walaupun dokter terbaik di rumah sakit Pondok Indah yang mengatakan demikian, aku masih nggak percaya, dan terus mencari dokter lain sampai akhirnya memang tidak bisa dipertahankan. Betapa bodohnya aku dan betapa nggak siapnya aku saat itu. Semuanya jadi pengalaman dan pelajaran buatku dan suami, maka dari itu kami berusaha menjaga kehamilanku sebaik mungkin. Aku berharap mbak Tina dan kandungannya akan sehat selalu. (Mbak Tina mengajukan pengunduran diri untuk menjaga kandungannya per tanggal delapan Januari 2015 nanti, aku dan suami dengan senang hati memberikan izin tersebut, mengingat pekerjaan ini terlalu berat untuknya, dan semua ini demi kebaikannya…)
Ada hal lucu dari kehamilanku kali ini. Setiap kali aku minum obat dari dokter (setelah makan siang) yang isinya adalah obat untuk darah, kalsium, dan vitamin, beberapa menit kemudian rasanya mendadak ngefly hahaha. Kadang aku menikmati saat-saat itu, karena nggak lama setelah itu aku pasti merasa ngantuk dan itu tandanya aku harus tidur. Tidur siang terlama, mungkin sekitar dua jam, aku jarang tidur siang selama itu apabila sedang tidak hamil. Hahaha aneh rasanya, tapi menyenangkan. Pada saat dokter menjelaskan efek dari obat yang membuat terasa ngefly aku hanya menjawab

oh..iya dok,

dengan wajah yang serius padahal dalam hati tertawa geli. Hahahaha..
Well, karena aku baru saja minum obat tersebut dan itu pertanda sudah waktunya tidur siang (seperti biasaaa..), aku harus mengakhiri postingan kali ini. Terimakasih sudah membaca tulisanku. Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang pantas atau penulisan yang kurang benar, semoga semua postinganku ada manfaatnya bagi para pembaca.
I’ll see you soon…
Bye..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s