Iseng. Cinta itu nomer DUA(?)

Assalamualaikum wr wb

Lagi pake masker, bosen liat-liat socmed tiba-tiba kepikiran buat ngeblog. Karena sama sekali nggak keplanning mau nulis apa, jadilah blog kali ini buat iseng-isengan aja, ngebahas nasihat dari eyangti (tetangga di Sentul, temennya nenek Sibang Bali) tadi siang sambil nemenin adik-adik berenang. Gini cuplikannya:

image

Pilih suami/istri: Cinta itu nomer dua, yg penting FULL SUPPORT DAN KOMUNIKASI! (widiiiih…)

Nggak tau mesti setuju atau nggak sama teori nenek cantik mantan pejabat PU ini, tapi emang ada benarnya, tapi nggak serta merta aku full setuju sama teori ini. Lah gimana bisa setuju, kalau nggak pake cinte mana mau neng abang elus-elus hahahaha.
Jadi… adalah dilema bagi kebanyakan wanita berstatus single saat ini merasa sulit mendapatkan jodoh yang tepat karena apa???? karena terlalu picky atau pilih-pilih. Yup! mereka wanita karier merasa sudah mampu menghidupi diri sendiri dan sudah puas dengan apa yang mereka raih, membuat mereka susah menentukan pria model apa yang cocok. Karena ketika ada si A, tiba-tiba ada si B yang lebih oke dan begitu seterusnya.
Kalau aku suka banget sama kata-kata “full support” dari eyangti, karena pasangan kita ya satu-satunya partner for life yang bakalan stick together as a great team no matter what. Mau people bilang istri lo bilang 1 kek, suami lo bilang 2 kek, kalau sudah se-team ya harus support each other, yang tentunya dalam hal positif yaaa…
Emang susah sih zaman sekarang nentuin pasangan hidup yang pas. Kalau aku pribadi saat ini jelas lebih liat ke akhlaknya dulu deh, soalnya mau gimana baiknya, mau gimana supportnya, kalau nggak baik akhlaknya, mana bisa jadi imam buat si istri. Okeee… berarti ngga cukup cinta dan full support, mesti liat akhlak juga toh? hehehe.
Menurut pandangan aku, banyak banget kasus rumah tangga bubar itu karena suami istri nggak kompak dan nggak bisa jaga satu sama lain. Nggak bisa salahin si suami, juga nggak bisa salahin si istri, dua-duanya salah. Kalau aku jabarin satu-satu nanti topiknya jadi berubah dooong hehe.

Akhlak,
Manusia yang paling baik adalah manusia yang paling baik akhlaknya, agamanya, dan berpendirian. Dulu sih menurut aku cowok yang paling cocok jadi suami impian aku tuh, yang kulitnya putih, yang lucu, yang nggak ngebosenin, yang asik, yang wangi, yang kayak si A, si B bla bla bla sama sekali nggak ada bilang yang soleh. Eitsss… tapi itu nggak papa alias wajaaar. Semua ada prosesnya. Kalau sekarang ditanya ulang, beda lagi jawabannya. Suami impian itu… yang baik akhlaknya, baik ibadahnya, giat kerjanya, yang bertanggung jawab, yang sayang, tegas, mandiri, berpendirian baru deh embel-embelnya kalo bisaaa yang tadi ituuu…haha astagfirullah namanya juga manusia ya, pasti ada khilafnya.
Aku suka kata-kata Full Support, karena ketika pasangan kita memberikan full-support, semuanya akan terasa lebih mudah. Dari full support itu ada trust, ada doa dari pasangan kita, ada kebanggan dari pasangan kita. Aku suka kalau lihat pasangan si A dan si B, kompak. Pasangan kita, terutama laki-laki ya, jangan mau sama laki-laki yang doyan ngambek atau kecil hati deh… susah nanti ke depannya. Beda halnya dengan perempuan. Kalau perempuan nggak ada ngambeknya, itu yang nggak normal. Perempuan kalau masih ngambek, itu artinya peduli dan sayang. Jadi nikmati aja selagi di sayang. Kalau laki-laki, ngambek? Wasalam. Hancurrr dunia! Kenapa? Laki-laki adalah imam. Bagaimana kalau seorang imam doyan berkecil hati perkara hal sepele? Ya nggak ada imam. Jadi, ada betulnya kata eyangti, kalau cari suami yang baik komunikasinya, yang full support! itu paling penting (menurut beliau) dan emang ada betulnya. Karena apa-apa itu bisa dikomunikasikan, bisa dibicarakan. Istri juga manusia kan? bisa ditanya dan bisa menjawab, jadi ya tugas suami membimbing istri supaya bisa tercipta team yang solid, dengan komunikasi yang baik dan full support. Neeeext!

Cintaaaaaa,
Aku paling suka bahas urusan cinta cintaan. Soalnya dari sini bisa timbul cerita baik atau cerita buruk. Aku suka bahas cinta, karena sejujurnya cinta sendiri nggak bisa dijelasin. Cinta itu kalau buat aku adalah perasaan yang dalam, rasa ingin memiliki sesorang seutuhnya, rasa perduli yang melebihi apapun, rasa ketergantungan, seperti candu dan agak egois. Duuuh… susah juga ya jelasinnya. Cinta itu, kalau natap wajahnya, hati tenang, kalau mencium aroma khas pasangan kita, terasa bahagia, kalau ada disebelahnya hilang semua masalah yang ada. Itu sih kalau aku, makanya ringkas kata adalah aku susah ditinggal hahaha! Tapi semenjak ada baby Celine, udah aman, asal jangan ditinggal sama anak aku aja, semrawut semua yang ada!. Jujur kalau aku penting banget rasa Cinta, karena dari cinta aku ikhlas menjalankan semua tugas-tugas aku sebagai seorang kekasih atau pasangan. Bahkan kalau benar-benar cinta ya aku rela apapun demi lelaki tersebut. Ecieeeeh… mama Celine jadi biduan nih? Lol.
Namanya juga iseng, mau nulis apa aja ya monggo toh?😜
Karena aku perempuan, aku bahasnya Suami aja ya?…

Suami,
Suami menurut aku idealnya adalah seseorang yang bisa menjadi sahabat yang paling baik bagi kita. Seseorang yang bisa memahami kita mendekati atau lebih dari orang tua kita sendiri. Yang seru dan bisa diajak asik asikkan tapi bisa juga serius dan tegas dalam mengambil keputusan😍. Suami sejatinya adalah seorang imam (pemimpin) tetapi di agama, pemimpin yang dimaksud bukan pemimpin yang gila dihormati, atau main perintah kanan kiri seenaknya, malah sebaliknya. Pemimpin yang merawat istri dan anak-anaknya dengan baik dan bertanggung jawab. Tau nggak seorang pemimpin sejati itu ASLInya kayak gimana? Nih… Pemimpin yang baik adalah pemimpin dimana ketika rakyatnya kelaparan, ia bekerja keras demi menghidupi rakyatnya dan tidak akan tenang sebelum rakyatnya kenyang, ketika terjadi kesusahan pemimpinlah yang menyelesaikan permasalahannya, ketika harus memasuki hutan belantara ia harus tahu kemana rakyatnya akan berjalan, dan ketika rakyatnya berdemo menuntut sesuatu, ia dengan sabar mendengar dan mencari solusinya. Nggak jauh beda sama di rumah. Suami mana boleh ngambek atau berkecil hati? Nggak boleh. Bukan nggak boleh lagi, tapi nggak ada waktu dan nggak ada hasil. Yang ada seorang suami membantu istri agar tenang dan dapat memahami situasi. Banyak yang salah kaprah, karena istri doyan ngambek, suami jadi males, padahal kalau mau ditarik lagi ujung benangnya ya ada di sang suami. Istri kan cuma butuh perhatian, beda sama istri yang emang doyan shopping atau foya-foya trus si istri ngambek mulu karena suami nggak mau kasih uang jajannya. Ya itu sih si istri emang ada errornya juga.
Disini aku bukan mau nyindir siapapun ya, terlepas aku punya masalah, atau apapun itu, ini asli 100% nuangin isi pikiran aku sambil nunggu maskeran daripada stalker kanan kiri di socmed bikin nambah dosa hehe.

Suami yang baik, menurut aku yang baik ibadahnya dan yang giat bekerja. Paling nggak bisa liat cowok yang mestinya kerja demi keluarga apalagi kerjaan halal tapi GENGSI. Aduhhh… susah deh. Emang zaman sekarang banyak anak muda yang kemakan gaya sok borju. Karena udah terbiasa ngebossy jadi susah kalau berkeluarga mesti cari duit sendiri tapi nggak mau kalau kerja yang nggak keren, alasannya malu kalau temen tau kerja sebagai si A. Hadeh… Kekinian banget. Rezeki pasangan yang sudah menikah itu sudah diatur sama Allah ta’ala datangnya kapan dan darimana. Udah gengsi-an, nggak rajin ibadah, suka berkecil hati sama pasangan, nggak mandiri, apalagi dapet suami yang apa-apa masih cerita ke ortu, ya wasalam sudah, banyak berdoa ke Allah SWT supaya diberi perlindungan buat keluargamu ya.
Memutuskan untuk menikah (asal bukan karena mau lupain mantan atau karena MBA: married by accident) itu adalah keputusan besar yang harus di sadari baik untuk calon suami istri atau kedua orang tuanya, bahwa setelah menikah, selain terputusnya tali dosa anak dari tanggung jawab ortunya, juga terputusnya kewajiban-kewajiban ortu kepada sang anak, baik anak perempuan atau laki-laki. Apapun yang terjadi setelah Ijab Qabul, sudah sah bahwa anak itu mempunyai hak atas keluarganya sendiri. Menjadi suami berarti harus Tegas terhadap aturan baru tersebut apabila ingin keluarga baru tersebut menjadi matang dan dianggap dewasa. Banyak kasus, setelah menikah, kedua ortu pasangan masih ngemong anak-anak mereka, hal tersebut adalah salah tapi sudah menjadi budaya kebanyakan orang, dan sering kali berujung pada pertikaian. Semestinya ketika sang anak sudah berkeluarga, kedua ortu melepaskan kendalinya dan membiarkan sang anak menentukan arah jalan hidupnya walaupun harus tinggal beribu-ribu kilometer jauhnya. Itu yang menjadikan pasangan tersebut mandiri dan dewasa.
Ini bukan maksud menggurui atau sok tuek cuma niat berbagi pendapat aja, kalau mau diterima ya alhamdulillah kalau nggak terima ya nggak papa, nggak usah lanjut di baca.
Bahagia banget ketika suatu keluarga memiliki pasangan suami istri yang soleh dan soleha, yang saling mendukung satu sama lain, yang saling mengagumi satu sama lain, yang selalu merasa seperti awal pertama kali jatuh cinta dan terjadi berulang-ulang kali. masyallah… semoga yang saat ini masih belum menemukan pasangan yang pas, aku doakan, mudah-mudahan Allah SWT memberikan rahmatnya kepada kita semua, di bulan yang suci ini, di bulan yang penuh berkah, supaya teman-temanku diberikan petunjuk agar segera menemukan pujaan hatinya, pasangan yang paling pas, yang baik yang dikehendaki Allah SWT Amin Amin…
Sekian blog gak penting ini, mudah-mudahan ada hikmahnya sehingga mendatangkan pahala bagi kita semua. amin. Met puasa yaa Jangan lupa sahurrrrrrr…

salam.

*nulisnya kapaaan postingnya kapan😂*
i

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s