She is a widow, and that’s fine.

Lagi lagi bahas masalah widow aka Janda.

Mau judulnya janda muda, janda tua, janda kembang, janda anak satu, dua, tiga, atau anak lima… tetep aja jandaaa hehehe.

Postingan aku beberapa minggu terakhir ini lebih banyak bahas masalah percintaan, kehidupan, dan status publik baik itu janda, duda, perjaka, atau perawan.

Well.

Lemme tell you somethin, it’s all about ‘Mark’ or ‘Lebel’.

Siapa siiih yang bisa kasih jaminan anak gadis bener pure 100% masih perawan dan perjaka itu 100% masih ori perjaka! Lols.

Yang lainnya, siapa sih yang berani kasih jaminan nikah sama gadis atau perjaka endingnya akan SAMAWA atau happy ending? Bullsh*t! The fact is, aku dulu gadis dan i got divorced. Memangnya aku mau jadi janda? Nope. Tapi itu semua udah jalan hidup dan aku nyaman dengan kekurangan dan kelebihan sebagai seorang janda anak satu.

Semua itu balik lagi ke karakter atau kepribadian masing-masing. Bukan berarti janda atau duda itu manusia yang hina dan jelek, atau bahkan mereka jadi sosok yang dijauhi di publik. Bukan berarti juga janda atau duda adalah kaum bobrok atau busuk yang nggak ada mutunya sama sekali. Aku disini bukan mau naikin harga seorang janda atau duda, aku cuma mau memperbaiki pola pikir para orang tua, om dan tante yang masih berpikir bahwa ketika anak atau keponakan om tante dapet seorang janda atau duda hidupnya akan susah.

Teori simpelnya begini,

Jika ada seseorang yang akhirnya gagal dalam pernikahannya yang pertama (entah itu menjadi janda atau duda) otomatis (yang seharusnya dilakukan) mereka ingin pada pernikahan yang berikutnya segala kesalahan dan kekurangan yang membuat pernikahan sebelumnya gagal agar tidak terulang kembali. So, mereka akan berusaha berevolusi menjadi pribadi yang lebih smart dooong? Kecuali mereka emang betah jadi bulan-bulanan lelaki hidung belang yang memanfaatkan status janda sebagai pelampiasan nafsu belaka, kasian banget…

Harusnyaaa atau lebih sopannya, Sebaiknyaaa… sebelum menjudge kaum janda atau duda ada baiknya di timang-timang atau dipikirkan lebih dahulu. Memang status mereka akan menjadi bahan pikiran dan opini buat publik, tetapi ketika kaum mereka memang mendatangkan kebahagiaan bagi pasangannya? Apakah masih peduli opini publik hanya karena status??? Sebuah tanda atau lebel.

Beberapa deretan artis muda yang aku tau, mereka Janda (aku search yang janda aja ya, karena kalau duda bagiannya lebih luas lagi buat di bahas😊). Beberapa nama yang udah aku survey dan bisa di cek langsung di account Instagram mereka yaitu:

Celine Evangelista (Janda 2 anak, dan saat ini sedang mengandung anak dari hasil pernikahannya yang terakhir)Steviagnecya (Janda 1 anak, dan baru menikah di bulan Juli 2017), Ririnekawati (Janda 1 anak, dan mendapatkan 1 hasil dari pernikahannya yang terakhir), Cynthiariza (istri dari vocalis band Nidji, memiliki 2 anak dan dikaruniai seorang anak dari hasil pernikahan terakhirnya), Olla Ramlan (Janda anak 1, dikaruniai 1 anak dari hasil pernikahan terakhirnya dan saat ini beredar kabar sedang mengandung anak yang ke 2), Risty Tagor (Janda 1 anak dan menikah kemudian dikaruniai 1 orang anak dari pernikahannya tersebut), Sharena Delon (Janda yang kemudian menikah lagi dan mendapatkan 1 anak dari pernikahan terakhirnya), daaan masih banyak lagi!!!

Coba deh di klik Instagram mereka, kepo dikit gak ada masalah kok… kan cuma buat nambah wawasan aja, ambil positifnya. Mereka happy dan keliatan keluarganya lebih ‘matang’.

Bukannya yang gadis nggak bisa bina rumah tangga, atau duda nggak bisa mimpin istri. TAPI disini lagi bahas sama yang janda dan duda hehehe.

Fokus yaaa..

Jadi jangan terlalu mudah memberi lebel kepada seseorang tanpa di kenal lebih dulu. Toh semua masa lalu itu adalah pelajaran. Semua yang udah di lewati pasti ada hikmahnya. Aku pribadi ngerasa jauh lebih bisa ‘berpikir’ setelah kesandung masalah, yaitu gagalnya pernikahan yang pertama. Aku jadi paham dimana letak kekurangan dan dimana kesalahan yang buat pernikahan pertamaku gagal. Justruuu karena pernah gagal aku ngerasa harus lebih matang dalam mempersiapkan semuanya.

End.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s