The Royal Wedding of Prince Harry and Meghan #RoyalWedding #Respect

Masih gak bisa nahan buat ngepost tentang Royal Wedding kali ini. Mungkin kalo Royal Wedding yang dulu-dulu semua udah ketebak lah yaaa.. nggak ada sesuatu yang bikin kita jaws dropped karena yaaa mereka dapat pasangan yang ‘sesuai’ dengan aturan kerajaan. Di Royal Wedding kali ini gue sedikit (banyak deng) excited karena ada beberapa hal yang buat gue kagum sama pasangan ini. Yup! Seperti gambar di atas, udah menyiratkan beberapa clue kenapa di Royal Wedding kali ini banyak jadi buah perbincangan.

Diketahui bahwa ternyata Meghan ini pernah menikah dengan seorang produser bernama Travor Engelson yang akhirnya memutuskan untuk berpisah setelah dua tahun bersama. Hal tersebut diketahui langsung oleh Pangeran Harry disaat mereka bertemu untuk pertama kalinya. Meghan secara singkat menjelaskan bahwa dia mengadopsi dua ekor anjing bersama mantan pacarnya, dan ia pernah menikah, dan violaaa! Pangeran Harry nampak tidak keberatan dengan semua hal yang baru saja ia ketahui di akhir pertemuan mereka itu.

Sosok Meghan yang cantik, ramah, cerdas, dan menyenangkan membuat Pangeran Harry merasa ingin mengenal Meghan lebih jauh. Tak menghiraukan status sosial yang ada di balik sosok Meghan, sang Pangeran diam-diam memiliki keyakinan terhadap wanita kelahiran 4 Agustus 1981 tersebut. Di suatu hari Pangeran Harry duduk bersama Pangeran William dan Kate untuk membahas tentang latar belakang Meghan yang dimana hal tersebut pastinya akan bertentangan dengan kebijakan Nenek mereka yaitu Ratu Elizabeth II. Saat itu Pangeran Harry meyakini kakaknya Pangeran William, bahwa di dekatnya (Meghan) ia merasa bahagia dan ia menceritakan bahwa Meghan adalah sosok yang luar biasa, sosok yang periang dan mudah untuk di sukai. Kemudian Kate hanya mempermudah keadaan dengan memberikan pertanyaan singkat, “kalau memang itu pilihan kamu, dengan segala konsekuensi yang ada di depanmu. Apakah kamu sudah siap?”, dan tebak apa yang terjadi? Pangeran Harry memutuskan untuk tetap memilih Rachel Meghan Markle (Meghan, Duchess of Sussex).

Oh, Come On!!!

Pasti masih aja ada yang julid mikir,

“yaiyalah mau, dia pangerannn…”

“Pangeran kok mau ya sama janda??? Kayak ga ada gadis aja yang mendingan..”

“Di dukunin kali yaaa…”

“Ohh mungkin karena janda lebih pro kali yaaa.. jadi pangeran kepincut!”

Bla bla bla bla…

Ofc gue bahas masalah ini, I’m one of them. Jujur gue ngerasa Thank God! Masih ada manusia yang gak mentingin status sosial secara berlebihan. Well, coba kita liat wajah Pangeran Harry. Dia bahagia bangettt nikah dengan wanita pilihannya, padahaaal Ratu Elizabeth II punya ‘aturan main’ buat para Pangeran atau keturunan kerjaan yang akan menikahi GADIS dan dengan bibit bebet bobot yang jelas. Itu Ratu loh yang ngeluarin aturan, RATU, bukan engkong lo😂 dan Pangeran berkeyakinan lain. Astagaaa… sampai pada akhirnya setelah melalui perdebatan panjang, akhirnya sang Ratu menyetujui pernikahan tersebut dengan banyak persyaratan. Well, as you can see… Pangeran Harry dan Meghan masih terlihat sangat amat sangat bahagia di hari pernikahannya.

Kalo kalian peka, pada saat Meghan berada di puncak acara pernikahan dimana mereka akan mengucap janji sehidup semati, wajah Sang Ratu tampak kurang bersahabat, but… who caresss Lols 😂 Yang terpenting mereka bahagia dan siap menjalani semua drama drama series berikutnya. Jelas hal ini gak mudah untuk Meghan. Beberapa aturan yang harus ia patuhi, dan dengan gelar yang ia miliki saat ini, bukan juga hal yang mudah untuk ia lakukan, banyak yang harus ia pelajari dan itu benar-benar tidak mudah.

Beberapa hal yang mungkin membuat Ratu Elizabeth II terlihat kurang setuju dengan Meghan pada mulanya adalah, status Meghan yang bukan lagi perawan. Mengenang seorang pangeran haruslah mendapatkan perawan dari keturunan yang jelas, namun faktanya Meghan Markle adalah seorang janda. Kemudian faktor lain adalah ia berasal dari ras campuran Amerika – Afrika, yang belum pernah terjadi sebelumnya di dalam sejarah Kerjaan Buckingham, dan yang terakhir mengenang usia Meghan yang terpaut lebih tua dari Pangeran Harry. Sudah cukup beberapa point yang membuat kondisi Meghan awalnya susah untuk di dorong menjadi pendamping cucu terakhir dari Sang Ratu, tapi entah bagaimana Pangeran dapat meyakinkan Sang Ratu, sampai akhirnya surat itupun di tanda tangani.

Apapun itu, Ratu menginginkan agar cucu kesayangannya bahagia, maka ia memberikan kebahagiaanya tersebut. Cukup adil, walaupun ada beberapa persyaratan yang Sang Ratu berikan kepada Pangeran Harry dan Meghan tentang aturan tempat tinggal, gelar, dan gelar untuk keturunan mereka kelak, namun selebihnya semua tidak jadi masalah bagi pasangan yang sedang berbahagia ini.

Di hari pertamanya sebagai istri dari seorang pangeran, Meghan terlihat mempesona. Ia menebar banyak senyum kebanggaan dan kebahagiaan kepada orang yang ia jumpai. Sedikit gerakan yang menunjukkan bahwa ia sedang berusaha untuk beradaptasi dengan segala aturan Kerajaan, namun itu berjalan dengan baik. Menurut gue gak mungkin bisa langsung kelihatan mahir dengan seabrek aturan kerajaan, itu akan berubah dengan alami, dan gue yakin Meghan pasti bisa.

Pesan moral yang gue ambil…

“Kita bisa melihat seseorang dari seberapa cepat ia menilai seseorang, semakin ia mudah menilai semakin terlihat ukurannya.” Mudah-mudahan kisah dari pernikahan Royal ini bisa menginspirasi temen temen semua supaya bisa lebih membuka mata dan hati kita terhadap lingkungan sekitar dan belajar untuk menerima keadaan bukan memeranginya. Hal ini bisa dilihat dari kegigihan Pangeran Harry yang teguh dengan pilihan dan keyakinannya, kemudian dengan kebijaksanaan Sang Ratu untuk tidak merampas hak kebahagiaan dari cucu tercintanya dengan memberikan banyak toleransi dan restunya, juga bagi semua lingkungan kerajaan baik ayah dari pangeran dan juga kakaknya yang memberikan aura positif terhadap pilihan hidup masing-masing. Menurut gue itu luar biasa, mereka adalah panutan, mereka luar biasa. Semoga ini bisa merubah pola pikir masyarakat pada zaman now 😊

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s