Mengenang 20 Tahun Kepergian Lady Diana : Konspirasi kecelakaan maut Lady Diana & Dodi Al – Fayed (?)

Selang beberapa pekan setelah perayaan hari pernikahan putra dari mendiang Lady Diana, banyak sekali tulisan tentang konspirasi kematian Diana dan Dody (Agustus, 1997) yang mulai bermunculan di dunia maya. Sebenarnya ini merupakan hal yang sudah lama namun masih patut untuk di bahas mengenang begitu banyak versi cerita yang ada. Salah satunya adalah yang telah saya baca sebelum-sebelumnya.

Setelah beberapa kali membaca dan membandingkan beberapa cerita yang beredar, saya mengakui kemungkinan adanya unsur kesengajaan atas insiden kecelakaan mobil yang ditumpangi oleh Diana dan Dody Al-Fayed tersebut.

Namun sebelumnya, tak banyak yang mengetahui bahwa dua bulan jelang kematiannya, Diana melakukan sebuah hal yang mungkin sederhana untuknya namun amat berarti bagi orang lain. Hal mulia tersebut adalah ia melelang 79 gaunnya dan hasilnya ia serahkan untuk amal.

Dari pelelangan itu, terkumpul dana sebesar $ 5,76 juta atau setara dengan 23 Milyar Rupiah jika di kurs kan ke mata uang Rupiah di tahun tersebut (sekitar Rp 4000,-), yang semuanya kemudian disumbangkan untuk amal.

Menariknya lagi, gagasan melelang gaun tersebut muncul dari putra sulungnya, Pangeran William. William menyarankan ibundanya untuk menjual beberapa gaun yang hasilnya untuk disumbangkan. Hal tersebut sangat berkesan bagi masyarakat banyak, namun tak jarang yang menghubungkan hal tersebut seperti sebuah ‘pertanda’ kepergian Diana untuk selama-lamanya.

Beredar tulisan Diana beberapa bulan sebelum Diana meninggal.
Beredar tulisan Diana beberapa bulan sebelum Diana meninggal.

Selamat tinggal Diana,

Luangkan waktu untuk membaca kronologi kepergian Diana dan Dodi secara detail…

Makan Malam Terakhir

21.35 malam

Setelah menikmati sebotol champagne, Diana dan Dodi keluar dari apartemen. Putri Diana mengenakan jins warna putih, baju tanpa lengan, blazer hitam, dan sepatu hak tinggi Versace.

Ia mengenakan kalung pertama pemberian Dodi. Dodi sendiri mengenakan jaket suede warna coklat, jins, dan boots koboi dengan hak yang menambah ketinggiannya.

Setelah Mercedes bergerak, paparazzi sangat penasaran mengejar sehingga mereka pun berkendara di jalur pejalan kaki dan memaksa para pejalan kaki bergegas menempel ke dinding untuk menghindar.

Dua pengawal Dodi mengikuti dalam Range Rover. Mereka masih belum tahu akan ke mana.

Ketika mengarah ke Champs-Élysées, sekitar 15 paparazzi pengendara skuter dan mobil mengelilingi Mercedes.

Dodi berseru dengan marah, “Keterlaluan! Ini gila!” Ia meminta Dourneau untuk mengarah ke Ritz untuk makan malam di sana.

Dourneau melihat melalui kaca spion. Diana menaruh tangannya ke dengkul Dodi, katanya, “Jangan khawatir, jangan khawatir.”

21.45 malam

Dodi sedang bicara dengan Claude Roulet melalui telepon dan memintanya ke Ritz.

Roulet segera menelepon hotel untuk memperingatkan pihak keamanan. Terlambat, pasangan itu sudah di gerbang utama dalam suasana kacau balau.

Rees-Jones membuka pintu mobil dan para juru foto segera mengerubung. Wingfield mencoba menghalangi lensa-lensa kamera dengan satu tangan sambil membawa pasangan itu masuk gedung.

CCTV dalam Ritz merekam wajah kaku Diana. Dodi menutupi wajahnya sambil berjalan melalui lobi dan menoleh kepada Wingflied, “Kenapa bisa kacau begini?”

Wingfield membalas, “Kamu tidak pernah menceritakan mau ke mana!”

22.05 malam

Manajer keamanan Ritz, François Tendil, sangat mengkhawatirkan paparazzi yang ada di luar sehingga ia menelepon Henri Paul yang dinasnya sudah selesai 3 jam sebelumnya.

Jawab Paul, “Saya tidak jauh, saya segera ke sana!”

22.08 malam

Paul tiba di depan hotel dengan mengendarai Mini warna hitam. Ia berjalan masuk lobi sambil menghisap cerutu dan tampak ceria.

Ia bergabung dengan Wingfield dan Rees-Jones yang sedang makan di bar. Paul memesan minuman berwarna kuning yang dikira jus nanas oleh Rees-Jones.

Padahal minuman itu adalah Ricard pastis, suatu campuran alkohol dengan rasa liquorice. Paul sudah menenggak 5 gelas sebelum Ricards datang.

Bukan hanya itu, ia sudah menelan dua obat resep untuk mengatasi depresi dan alkoholisme. Label di belakang wadah obat berisi peringatan agar tidak menggunakan obat bersama dengan alkohol.

22.10 malam

Paul berjalan ke luar bar dan para pegawai bar melihatnya bersenggolan dengan tamu lain.

22.30 malam

Beredar kabar bahwa Putri Diana sedang ada di Ritz. Segerombolan turis ikut dengan kerumunan wartawan di luar gerbang masuk. Setiap ada wanita pirang yang lewat, para wisatawan bersorak-sorak.

23.10 malam

Para pengawal duduk di luar Imperial Suite untuk menunggu perintah. Henri Paul berkeliling di lantai dasar dan lantai satu dan terkadang menengok ke luar untuk bicara dengan paparazzi yang menunggu.

23.15 malam

Claude Roulet sudah di rumah, tapi mengkhawatirkan keadaan di hotel. Ia menelepon Ritz dan kaget mendengar teleponnya dijawab Henri Paul yang berpesan, “Saya memegang kendali situasi.”

23.40 malam

Wingfield dan Rees-Jones dapat dengan jelas mendengar tawa dari dalam kamar Dodi dan Diana.

Henri Paul tiba dan mengungkapkan adanya pergantian rencana. Dodi telah mendapatkan cara untuk lolos dari paparazzi.

Ia dan Diana akan meninggalkan apartemennya dari bagian belakang Ritz dalam mobil yang dikemudikan oleh Paul. Mereka tidak memerlukan pengawal untuk perjalanan 5 menit itu.

Dua pengawal dari Inggris itu tersentak dan menganggap rencana itu kacau. Rees-Jones menegur Paul, “Tidak mungkin dia keluar tanpa seorang pengawal.”

Mereka meminta Paul untuk memeriksakan rencana itu dengan kantor pusat Mohamed Al Fayed di London. Paul meyakinkan mereka bahwa rencana itu sudah disepakati London.

23.55 malam

Para juru foto di depan Ritz kaget melihat Henri Paul lagi. Ia tampak tenang, bahkan gembira. Katanya, “Diana akan keluar dalam 10 menit!”

Para juru foto yang lebih berpengalaman mengenali tipuan itu sehingga mereka bergegas ke pintu belakang hotel di Rue Cambo

Kecelakaan pun Terjadi…

Minggu, 31 Agustus, jam 00.06 pagi

Dodi dan Diana keluar dari kamar mereka. Dodi meyakinkan Wingfield bahwa rencana penyusupannya telah disetujui oleh sang ayah.

Wingfield bersikeras agar menggunakan 2 mobil dan Dodi menolaknya. Tapi Dodi setuju agar Rees-Jones ikut bersama demi keamanan.

Pasangan itu tampak santai. Wingfield berkelakar dengan Diana, “Jadi langsung pulang? Bukan ke klub malam?”

Dengan tertawa, Diana menjawab, “Tidak, langsung pulang!”

WIngfield mencoba membujuk Rees-Jones bahwa ia sebaiknya ikut dengan Dodi, tapi Rees-Jones menjawab, “Saya orangnya Dodi, jadi saya ikut dengan dia. Kita ketemu 10 menit kemudian.”

Wingfield dengan ringan menjawab, “Nanti saya kalahkan kamu.”

00.14 pagi

Diana dan Dodi ada di pintu belakang Ritz untuk menunggu mobil. Tangan Dodi melingkar di pinggang Duana.

Rees-Jones mengawai ke jalan dan melihat ada mobil kecil berwarna putih dan sebuah skuter.

Rencana itu tidak berhasil karena ada beberapa paparazzi yang menyadari apa yang terjadi.

00.19 pagi

Mobil mereka akhirnya datang. Mercedes S280 itu dibeli bekas sekitar 3 tahun lalu oleh sopir perusahaan Ritz.

Dengan menunduk dan tangan menutupi wajah, Putri Diana mengikuti Rees-Jones melangkah ke luar dan masuk ke mobil. Dodi berada di belakangnya.

Henri Paul memperingatkan para juru foto itu, “Jangan coba mengikuti, kalian tidak akan pernah mengejar kami.”

Ia kemudian masuk ke sisi pengemudi. Saat itu, kadar alkohol dalam darah Paul sudah 2 kali batas legal.

Juru foto Prancis bernama Jacques Langevin tepat berada di depan Mercedes. Rees-Jones yang duduk di depan menurunkan tapis matahari untuk menghalangi bidikan lensa.

Langevin mendapatkan foto bagian belakang Diana ketika ia sedang melihat ke belakang mobil.

Mercedes langsung tancap gas. Perjalanannya sekitar 6 menit. Kata Rees-Jones, “Ada beberapa juru foto di belakang, tidak banyak.”

00.20 pagi

Lintasan tercepat ke apartemen Dodi adalah lurus sepanjang Champs-Élysées, tapi tidak demikian halnya saat Sabtu malam yang ramai. Dengan demikian, Henri Paul mengarah ke jalur cepat sepanjang sungai Seine.

Juru foto Prancis bernama Romuald Rat yang mengendarai sepeda melihat mobil itu di suatu persimpangan lampu lalu lintas, tapi tidak sempat mengambil gambar karena mobil melaju dan belok ke jalan ke tepi sungai.

Beberapa paparazzi sudah menyerah dan tersisa sekitar 5 skuter yang menguntit.

Selama beberapa detik, Mercedes itu masuk dalam kegelapan terowongan Pont Alexandre III. Ketika muncul lagi, Paul melihat jalanan menikung ke kiri dan juga mulut menuju terowongan Place de l’Alma.

Kendaraan dipacu dengan kecepatan 137 kilometer per jam di kawasan 48 kilometer per jam.

Pengendara bernama Thierry Hackett melihat Mercedes itu ngebut mendahuluinya dan diikuti oleh beberapa pengendara motor.

Ia terkejut melihat kendaraan itu meliuk-liuk dan semua orang di dalamnya tidak memakai sabuk pengaman.

00.23 pagi

Mercedes itu memasuki terowongan Pont de l’Alma masih dengan kecepatan 137 kilometer per jam dan meliuk ke kiri dan kanan. Paul yang sedang mabuk kemudian kehilangan kendali kendaraan.

Mendadak ia melihat ada Fiat Uno berwarna putih di kanan dan ia mencoba menghindar, tapi malah menabrak lampu kiri belakang Fiat dengan sisi depan kanan mobilnya.

Bagian depan Mercedes itu menghantam tiang ke-13. Orang-orang yang berjalan di atas terowongan mengaku mendengar suara dentuman seperti ledakan.

Mobil terpental lagi dan menabrak tembok di sisi seberang dan terhenti dengan arah berbalik. Bagian depan Mercedes ringsek dan klaksonnya berbunyi. Asap keluar dari ruang mesin.

Romuald Rat melompat dari sepedanya dan mundur menuju mobil yang hancur dan mengambil beberapa foto sambil berlari. Rat menduga semua yang ada di dalam meninggal dunia. Ia berdiri beberapa detik kemudian membuka pintu belakang mobil.

Di dalam, Diana masih hidup dan terkulai di lantai. Punggungnya menempel pada kursi depan. Karpet mobil bertengger di atasnya. Mutiara-mutiara di kalungnya sudah berserakan di kursi dan lantai belakang.

Dodi dan Henri Paul sudah meninggal. Rees-Jones masih hidup di kursi depan dalam keadaan cedera amat parah.

parah.


Diana Masih Hidup, Tapi…

00.24 pagi

Dengan mengemudi dari arah berlawanan di terowongan, Dr. Frederic Mailliez baru pulang dari suatu pesta ulang tahun. Melihat asap di kejauhan ia menyadari ada kecelakaan dan mendekat.

Mailliez lari ke arah Mercedes, melihat korban tewas dan cedera, lalu mulai merawat wanita pirang di bagian belakang mobil. Ia tidak sadar siapa wanita itu, sementara lampu-lampu kilat berkilauan di sekitarnya.

Wanita itu kesulitan bernafas sehingga Mailliez kembali ke mobilnya untuk memanggil ambulans dan mengambil kotak P3K di bagasi mobil.

Ketika kembali ke Mercedes, ia mengangkat kepada Diana untuk memasangkan masker oksigen dan wanita itu merintih untuk mengeluhkan sakit yang amat sangat.

Dokter itu kemudian bahwa wanita tersebut seorang Inggris. Ia mengukur denyut yang terasa melemah, tapi tidak melihat cedera apapun kecuali luka gores di kening korban.

12.30 pagi

Beberapa turis di mulut terowongan berteriak-teriak kepada 2 polisi yang baru tiba, “Ada kecelakaan di bawah sana, ayo masuk, di dalam terowongan, cepat!”

Petugas bernama Sebastien Dorzee meminta rekannya menggunakan radio untuk meminta pertolongan, sementara dirinya lari menuju mobil yang sudah ringsek.

Mailliez mundur dan Dorzee melihat ke dalam. Ia langsung mengenali Diana. Diana melihat jasad Dodi dan berkata, “Ya, Tuhanku.”

Kemudian 10 anggota pemadam kebakaran tiba di lokasi. Dua orang masuk ke dalam dan secara perlahan menarik jasad Dodi ke luar, lalu menempatkannya di jalan untuk memulai pengurutan jantung.

Beberapa orang lainnya mencoba menarik Rees-Jones, tapi tidak berhasil karena mobilnya sangat ringsek hingga menyulitkan upaya tersebut.

Mereka berhasil menggerakan kepalanya agara ia lebih mudah bernafas, lalu memasang kerah penopang leher kepadanya.

Seorang anggota pemadam kebakaran menutupi Diana dengan selimut aluminium dan memeriksa bahwa nafasnya normal.

Diana bergumam, “Ya, Tuhanku, apa yang telah terjadi?”

Wingfield sedang melintas di atas terowongan Pont de l’Alma dalam perjalanannya menuju apartemen Dodi dan ia melihat lampu-lampu kilat di dalam terowongan.

Ia menelepon apartemen untuk memeriksa apakah rombongan sudah tiba dan diberitahu bahwa Dodi dan Diana belum tiba. Kata Wingfield, “Mungkin mereka mengubah perjalanan untuk menghindari kecelakaan.”

00.35 pagi

Lebih banyak lagi polisi yang berdatangan dan beberapa paparazzi meninggalkan tempat kejadian.

00.40 pagi

Dua dokter dari Kesatuan Ambulans Paris (SAMU) tiba di tempat kejadian dan mengambil alih penyelamatan. Dr Jean-Marc Martino melihat bahwa lengan kanan Diana mengalami dislokasi. Ia kemudian memberikan cairan infus.

Setelah pihak kedokteran datang, Mailliez pun pergi. Baru setelah keesokan paginya ia menonton televisi ia tahu wanita yang telah dirawatnya.

00.45 pagi

Sebuah sepeda motor BMW masuk ke dalam terowongan. Di tumpangan belakang adalah Maud Coujard yang diantarkan suaminya menggunakan sepeda motor.

Coujard, adalah wakil jaksa publik yang telah dipanggil oleh polisi untuk datang ke tempat kejadian. Ia segera memerintahkan para petugas untuk menahan pada juru foto yang masih ada dan juga kamera-kamera mereka.

Para wartawan itu akan dibawa pergi untuk ditanyai.

00.54 pagi

Beriat pertama kecelakaan itu menyebar ke dunia melalui Press Association, “Diana, Prince of Wales, cedera parah dalam kecelakaan mobil sedangkan satu orang lagi dilaporkan meninggal di Paris sesaat setelah tengah malam, demikian menurut laporan kantor berita Prancis.”

01.00 pagi

Dua dokter dari SAMU secara berhati-hati mengangkat Diana dari antara kursi-kursi belakang, ke luar mobil, lalu ke tandu. Jantungnya mendadak berhenti sehingga para dokter segera melakukan cardiopulmonary resuscitation (CPR).

Sementara itu, setengah jam setelah pijat jantung pada Dodi, para anggota pemadam kebakaran menyerah. Jasadnya dibungkus dalam lembaran plastik biru

Para awak TV pun tiba di tempat kejadian. Mereka merekam tempat kejadian, tapi 6 juru foto dan satu sopir mereka kemudian pergi menggunakan van kepolisian.

01.10 pagi atau 00.10 pagi (waktu Inggris)

Telepon berdering di rumah Mohamed Al Fayed, Surrey dan diterima oleh kepala keamanan Paul Handley-Greaves. Ia kemudian memberitahu atasannya bahwa Dodi sudah meninggal dunia dan Diana sedang sekarat.

Di Kensington Palace, pembantu Diana yang bernama Paul Burrell berkali-kali mencoba menelepon ponsel Diana, namun diarahkan ke layanan penjawab.

Burrell dibangunkan oleh seorang kawan di Amerika yang melihat laporan kecelakaan di CNN.

Colin Tebbutt, supir Diana, sudah pergi tidur lebih awal karena harus menjemput Diana dari landasan helikopter di Battersea pada pagi hari.

Teleponnya berdering. Isinya pesan dari rekan di Kensington Palace, “Duduklah di pinggir tempat tidur dan bersiap.”

1.18 pagi atau 00.18 pagi (waktu Inggris)

Setelah upaya CPR selama 18 menit, jantung Diana berdenyut secara lebih teratur sehingga ia dimasukkan dalam ambulans dan dipasangi alat bantu pernafasan (respirator).

Dr. Martino kemudian memeriksa Diana secara lebih teliti. Ia melihat ada luka di dada kanan korban. Ia khawatir Diana mengalami pendarahan dalam.

Jennie Bond, Koresponden Kerajaan untuk BBC, hanya memakai pakaian tidur di dapurnya untuk menelepon taksi. BBC menceritakan tentang kecelakaan itu dan ia harus segera ke London.

Jennie sedang di Devon yang berjarak 400 kilometer jauhnya dari London. Perusahaan taksi itu terdengar kesal, “Kamu mau ke London pada jam ini? Tidak, kami mungkin tidak bisa melakukannya…”

Jennie kemudian mencari-cari nama perusahaan taksi lain menggunakan Halaman Kuning.

1.30 pagi atau 12.30 pagi (waktu Inggris)

Setelah semua tubuh dikeluarkan dari dalam mobil, polisi kemudian mengumpulkan barang-barang pribadi milik Diana, termasuk kalung mutiara, jam emas berbatu putih, cincin emas berbatu putih, dan sepatu Versace. Sebuah anting emas tergeletak di bawah dasbor.

Gambar-gambar pertama kecelakaan itu mulai ditayangkan di berita-berita televisi. BBC Five Live melakukan wawancara dengan para saksi. Seorang saksi mengaku melihat Putri Diana selamat dan sehat ketika berjalan ke luar mobil.

1.41 pagi

Ambulans yang membawa Diana bergerak ke arah Rumah Sakit Pitié-Salpêtrière yang berjarak 6 kilometer. Rumah sakit itu bukan yang terdekat, tapi memiliki perlengkapan terbaik.

Ambulans bergerak sangat perlahan karena para dokter khawatir kalau guncangan-guncangan bisa memicu serangan jantung. Semua jalan sudah dikosongkan dan Pitié-Salpêtrière sudah dikabari.

Di kantor Diana di Kensington Palace, para pegawai menelepon untuk memesan penerbangan ke Paris untuk Paul Burrell dan Colin Tebbutt.

1.45 pagi atau 00.45 pagi (waktu Inggris)

Duta Besar Inggris di Paris, Sir Michael Jay, berbicara dengan petugas jaga kedutaan. Ia dikabari bahwa Putri Diana terlibat dalam suatu kecelakaan mobil.

Jay segera menelepon wakil sekretaris pribadi Ratu, Sir Robin Janvrin, yang sedang bersama dengan Keluarga Kerajaan di Balmoral.

2 pagi atau 1 pagi (waktu Inggris)

Ambulans yang membawa Diana terpaksa berhenti beberapa meter dari rumah sakit karena tekanan darahnya turun drastis. Para dokter memberikan dopamin agar ia stabil.

Ambulans bergerak lagi secara peralahan. Perjalanan yang biasanya hanya 10 menit, dijalani dalam waktu 20 menit.

Perdana Menteri Tony Blair yang baru terpilih dan istrinya Cherie sedang tertidur lelap di rumah konstituen mereka di Sedgefield, County Durham.

Ia terbangun dengan kaget. Ada seorang polisi berdiri di samping ranjangnya. Polisi itu minta maaf menerobos ke kamar tidur karena Blair tidak mendengar bunyi bel.

Polisi itu menceritakan kepada Blair bahwa Diana mengalami cedera dalam kecelakaan mobil dan ia harus menelepon Sir Michael Jay di Paris.

Dari Balmoral, wakil sekretaris pribadi Ratu, Sir Robin Janvrin, membawa berita itu melalui telepon kepada Pangeran Charles. Katanya, “Pak, ada kecelakaan serius di Paris. Dodi sudah meninggal dan Princess of Wales mengalami cedera.”

Dengan kaget, Pangeran Charles bertanya, “Apakah Diana baik-baik saja?”

Janvrin menjawab, “Sepertinya begitu, Pak. Tapi kami tidak tahu pasti.”

2.05 pagi

Setelah pintu ambulans terbuka, dua penggotong tandu mengangkat tandu Putri Diana dengan ditolong oleh Menteri Dalam Negeri Jean-Pierre Chevènement dan asistennya, Sami Nair.

Nair mendekat ke Diana. Ada masker oksigen di mulutnya dan matanya bengkak. Dua pria itu terkesan dengan kecantikannya.

Kata Chevènement, “Dia cantik sekali bukan? Cantik sekali.”

2.10 pagi

Pemeriksaan sinar-X mengungkapkan adanya pendarahan dalam ruang dada Putri Diana. Pendarahan itu menekan jantung dan paru-paru bagian kanan.

Darah itu disedot ke luar dan ia diberi transfusi. Tapi jantung Diana berhenti sekali lagi.

2.15 pagi atau 1.15 pagi (waktu Inggris)

Pangeran Charles menghubungi juru bicara Mark Bolland melalui telepon. Bolland ada di London dan ia ingin mengetahui kondisi terkini Diana.

Kata Pangeran Charles, “Saya selalu berharap Diana akan kembali kepada saya, agar mendapat perawatan.”

Sementara itu Mohamed Al Fayed dibawa jke bandara Gatwick untuk menaiki helikopter pribadinya menuju Paris.

Ia pergi menjemput jasad Dodi karena, menurut hukum Islam, jasadnya harus segera dikuburkan.

2.30 pagi

Para ahli membedah dada Diana dan menemukan bahwa daya dorong saat tabrakan mendorong jantungnya dari kiri ke kanan sehingga melukai pembuluh nadi paru sebelah kiri.

Mereka menjahit sobekan itu untuk menghentikan pendarahan.

2.47 pagi atau 1.47 pagi (waktu Inggris)

BBC sedang menayangkan film gangster Borsalino. Alur cerita pemakaman mendadak dipotong oleh pengumuman berita.

Martyn Lewis, yang setengah jam sebelumnya sedang tidur di rumahnya di Kensington, membawakan pengumuman bahwa Diana telah cedera dalam kecelakaan mobil dalam terowongan di Paris.

Seorang penumpang mobil meninggal dunia dan penumpang itu kemungkinan Dodi Al Fayed. Namun Lewis menekankan bahwa laporan itu belum terkonfirmasi.

2.50 pagi atau 1.50 pagi (waktu Inggris)

Telepon di rumah Gill Rees-Jones di Oswestry berdering. Ternyata telepon itu berasal dari Sue, istri Trevor yang sudah pisah rumah.

“Saya baru dengar di radio. Ada kecelakaan yang melibatkan Dodi dan Diana. Saya yakin semuanya baik-baik saja, tapi menurut saya kamu perlu tahu…”

Gill dan Ernie – ayah tiri Trevor – menyalakan TV. Reporter menyebutkan bahwa Dodi dan pengemudi mobil telah meninggal dunia, tapi tidak ada kabar tentang Diana ataupun seorang pengawal yang tidak disebutkan namanya.

Kemudian muncul laporan bahwa pengawal itu pun sudah meninggal. Erni menelepon kantor pusat Al Fayed, katanya, “Apakah itu benar?”

Operator menjawab, “Saya tidak percaya. Trevor masih hidup.”

3 pagi atau 2 pagi (waktu Inggris)

Sekitar 160 kilometer di utara, di bungalow di pulau Seil, Skotlandia, ibu Diana yang bernama Frances Shand Kydd, terbangun oleh dering telepon.

Ia berharap yang menelepon adalah Diana yang memang biasa menelepon saat subuh.

Mereka belum mengobrol lagi sejak wawancara Frances dengan majalah Hello! pada bulan Mei sebelumnya. Saat itu Frances bicara soal bulimia yang diderita Diana dan perceraiannya. Dan ia senang gelar HRH dicabut dari Diana.

Ternyat bukan Diana yang bicara di telepon, tapi temannya, “Saya harus membangunkan kamu karena ada berita dadakan di Sky News. Diana cedera dalam sebuah kecelakaan di Paris.”

Frances menyalakan TV. Ia melihat tayangan-tayangan ulang tentang putrinya. Tangan Frances pun bergetar.


Diana Dinyatakan Meninggal Dunia

3.15 pagi atau 2.15 pagi (waktu Inggris)

Para ahli bedah di Pitié-Salpêtrière berjuang mempertahankan hidup Diana dengan suntikan adrenalin, pijat jantung dengan tangan maupun defibrillator. Tapi tidak ada yang berhasil.

Di ruang bedah dekatnya, pada dokter sedang melakukan trakeotomi pada Rees-Jones. Di koridor rumah sakit tampak pasukan bersenjata dari Secret Services Inggris maupun Prancis.

Frances Shand Kydd bersiap-siap sekiranya ia harus menjenguk Diana di rumah sakit. Ia mencoba menelepon putri-putrinya, Sarah dan Jane, tapi saluran telepon mereka sibuk terus.

Frances berhasil menghubungi putranya, Charles, di Afrika Selatan. Charles sendiri baru saja dikabari oleh orang lain di Althorp.

3.50 pagi

Mercedes yang ringsek dibawa pergi menggunakan truk. Polisi mengumpulkan serpihan-serpihan kaca berwarna merah dan menyegelnya dalam kantong-kantong.

Belakangan ketahuan bahwa serpihan-serpihan itu berasal dari lampu rem Fiat.

4 pagi

Dalam ruang bedah rumah sakit, Diana, Princess of Wales, diumumkan sudah meninggal.

Pastor Yves-Marie Clochard-Bossuet, melakukan sakramen perminyakan dengan menggunakan jempolnya untuk mengurapi kening dan telapak tangan Diana dengan minyak urapan.

Ia duduk dengan Diana, mendoakan jiwanya dan dua putranya. Ia berada di sana selama 4 jam agar Putri Diana tidak sendirian.

Tim medis mengabari Menteri Dalam Negeri Jean-Pierre Chevènement bahwa Diana sudah wafat. Duta Besar Inggris, Sir Michael Jay, menangis ketika mendengar berita itu.

4.15 pagi atau 3.15 pagi (waktu Inggris)

Sir Michael Jay menelepon Balmoral untuk memberitahu pihak Keluarga Kerajaan.

Setelah membaca detail cerita pada saat menjelang kematian Diana dan Dodi diatas, memang cukup membuat kita bingung. Disinyalir Ratu juga berperan dalam kejadian tersebut. Alasannya cukup masuk akal, beberapa diantaranya adalah sang Ratu mendengar isu bahwa Diana sudah bertunangan dan akan segera menikahi Dodi Al-Fayed dan otomatis akan menjadi seorang Muslimah, hal tersebut dirasa mengancam kebijakan kerajaan. Kemudian dikabarkan Diana tengah mengandung anak dari Dodi, hal tersebut juga menjadi perhatian khusus bagi sang Ratu yang kemudian berkerjasama dengan putranya yaitu pangeran Charles untuk merencanakan pembunuhan tersebut. Tentunya dengan kekuatan sang Ratu apapun menjadi mungkin dan mudah untuk dilakukan, hal tersebut justru menguntungkan bagi pangeran Charles — agar ia dapat menikahi Camilia tanpa ada rasa bersalah.

Beredar kabar bahwa pihak kerajaan bekerja sama dengan agen khusus MI6 untuk mempersiapkan kecelakaan maut tersebut. Bukti yang sementara ini didapatkan adalah bahwa supir yang membawa kendaraan di malam kejadian naas tersebut merupakan salah satu agen dari MI6. Hal tersebut diperkuat desas desus bahwa, Ratu memberikan ide briliantnya yaitu dengan cara sampel darah dan urine yang diambil dari sang driver te ditukar dengan sampel darah yang mengandung banyak kadar alkoholnya sehingga menimbulkan persepsi bahwa hal itu benar kecelakaan murni.

Masyarakat begitu mencintai Diana, mereka protes karena Sanf Ratu tidak menunjukkan rasa duka atau belasungkawa, bahkan tidak menurunkan benderanya. Namun pada akhirnya sang Ratu tunduk kepada rakyatnya dan menyaksikan kehebatan sang Diana di hati rakyatnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s