Review : The Aesthetic Bintaro, Dermaroller.

Pertama cuma niat facial biasa, cuma tiba-tiba muncul ide untuk coba perawatan Dermaroller di klinik ini. Sebelumnya aku diminta untuk daftar sebagai member baru, isi formulir dan kemudian konsultasi. Seperti biasa, setelah dianalisa aku boleh treatment Dermaroller ini karena memang tujuan utamanya untuk menghilangkan scar dan bekas-bekas jerawat.

Pertama komedo dibersihkan, kemudian di anestesi menggunakan krim (sekitar 20 menit) kemudian wajah di wrap.

Setelah dibersihkan, dokter langsung melakukan proses dermaroller menggunakan serum khusus untuk persoalan kulitku. Jadi setiap serum itu beda-beda tergantung kebutuhan. Sebenarnya proses dermaroller ini sama dengan perawatan PRP, sama-sama ada proses melukai lapisan luar kulit dengan tujuan memancing atau merangsang kolagen baru. Setelah di gosok-gosok menggunakan alat yang menyerupai bulpoin dengan jarum kecil diujungnya, bagian teratas kulit akan terlukai dan kemudian serum dapat masuk dengan sempurna. Rasanya tidak sakit karena sudah di anestesi terlebih dahulu. Tapiii… di ketika efek anestesi udah mulai hilang agak kerasa jarum-jarumnya di kulit wajah. Rasanya kayak digigit semut… lumayan sakit sih 😭 (prosen pengerjaan kurang lebih 15 menit.)

Bagian yang di dermaroller adalah bagian-bagian yang dibutuhkan, kalau aku fokusnya di bagian pipi kanan dan pipi kiri, daerah kening, hidung, dan dagu hanya selewatnya aja, karena emang gak terlalu bermasalah. Dari proses ini kulit kita jadi super merahhh… karena kulit kita di lukai. Merahnya bener-bener merah. Aku sempet shock, tapi karena udah pernah liat mama di PRP jadi ya mikir hasilnya aja, kulit jadi lebih halus dan garis-garis halus agak memudar. Mungkin pada saat mamaku PRP beliau fokus ke anti-aging jadi alhasil wajahnya skrg jauhhh lebih sehat dan terlihat lebih muda😅

Dokter bilang, untuk perawatan dermaroller ini harus dikasih jeda waktu, 3 minggu untuk mulai dermaroller atau PRP lagi. Dokter juga saranin supaya di minggu ke 3 aku ambil perawatan PRP. PRP dan dermaroller proses dan alatnya sama, cuma kalau PRP serumnya diambil dari darah kita sendiri, melalui proses khusus kemudian yang diambil adalah serum nya, berwarna bening agak kekuningan. Kalau dermaroller serumnya kimia atau buatan, jadi kalau ditanya bagusan mana, ya bagusan PRP karena serum diambil dari dalam tubuh kita. Disarankan oleh dokter kalau mau melakukan perawatan PRP, seminggu sebelumnya usahakan pola hidup sehat, jadi serum dari darah kita adalah serum terbaik. Well… worth to try 🙂

Setelah selesai di dermaroller, wajah di masker. Menggunakan peel-off mask yang memberi efek dingin di wajah, jadi ketika wajah luka kan berasa panasss ditimpa masker dingin jadi nenangin kulit wajah kita. Masker di diamkan selama 15 menit, kemudian dibersihkan dan diberi krim antibiotik, anti iritasi, dan sun block.

Harga perawatan dermaroller 600ribu, konsultasi dan krim wajah total jadi 1.1jtan. Aku gak tau ya kalau cuma perawatan dermaroller aja boleh apa enggak, tapi setahu aku sih pasti harus konsul dulu.

Setelah selesai aku pulang dooong. Minta masker wajah buat nutupin muka biar gak ngangetin orang yang liat😷

Sampai rumah gak lama aku sholat dan aku pakai lagi krim antibiotik dan anti iritasi, oh ya banyakin semprot muka pakai Avene ya, katanya itu membantu banget proses penyembuhan kulit.

Blog ini dibuat di hari ke 2. Kulit wajah aku mulai ngelupas halus, di bagian pipi dan dagu udah mulai keliatan ngelupas tapi nggak yang parah gitu. Warna kemerahan udah mulai menipis walaupun belum balik normal kayak semula. Memang di prediksi kembali normal setelah 5 hari, itupun wajah akan terlihat agak kusam terlebih dahulu karena ada pengelupasan. Keliatan sih, wajah aku emang agak kusam karena kering efek luka-luka.

Intinya, efek dermaroller ini nyata ya, ada pengelupasan, ketimbang perawatan peeling kemarin, aku sama sekali nggak ada pengelupasan ntah kenapa 😂

Nanti aku review lagi di hari ke 5 ya…

Terimakasih udah baca artikel ini. Semoga bermanfaat🙏🏻

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s