Gojek Indonesia dan LGBT (?)

Pendapat saya tentang berita yang beredar mengenai perusahaan Gojek Indonesia yang mendukung LGBT.

GOJEK 5

Sedang viral tagline #UNINSTALLGOJEK di jejaring social media, hal tersebut membuat saya penasaran.

“GO-JEK menjunjung tinggi keberagaman yang menciptakan persatuan dan keharmonisan, sejalan dengan nilai-nilai dan budaya Indonesia, yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.”
9:17 AM – Oct 13, 2018

Itu tadi adalah jawaban dari akun twitter Gojek untuk rumor yang beredar bahwa mereka mendukung LGBT.

GOJEK 1

GOJEK 6

Ok, kalau kalian masih penasaran sama berita ini, please buka Google dan mulai searching :p
lgbt 2

Menurut saya pribadi…

Kaum LGBT (Lesbian, Gay, Bisex, Transgender) sudah ada dari zaman nenek moyang kita dulu. Buktinya ??? Banyak kisahnya yang dikemas menjadi sebuah film yang masih bisa kalian tonton sampai saat ini, seperti Sodom and Gemorrah, Pompei, dan masih ada beberapa lainnya yang mungkin saya lewatkan. Kalau di Islam, coba baca tentang https://www.hidayatullah.com/kajian/oase-iman/read/2018/01/06/132353/tadabbur-penyimpangan-seksual-kaum-nabi-luth.html

gojek 8

Saya pribadi tidak mendukung dan juga tidak menolak pemahaman dari LGBT (saya tidak menyebutnya “kaum” seperti kebanyakan orang, karena menurut saya itu terlalu rasis untuk mengkhususkan mereka sebagai sebuah “kaum”.) Saya memiliki beberapa teman dekat yang memilih menjadi pribadi lesbian, gay, dan transgender. Saya tidak menghakimi, karena saya berusaha memahami mereka. Sejauh ini mereka tetap menjadi teman baik saya. Sudah banyak dari kita yang menghakimi mereka, jadi buat saya, memilih untuk tetap netral selama itu tidak merugikan. Apabila itu sudah mengganggu (saya) maka saya lebih memilih untuk tidak bertemu/berteman ketimbang menghakimi kehidupan mereka dan berusaha mengkhotbahi keputusan mereka. 🙂

Balik lagi ke Gojek Indonesia, yang katanya sampai membuat kaos bertuliskan “Love is Love”, ditambah gambar siluet beberapa orang dengan bermacam warna. Ya, memang tidak ada yang salah dengan hal tersebut, tapi pesan yang disampaikan menunjukkan bahwa mereka seolah mendukung adanya LGBT. Kembali lagi, saya tidak masalah dengan adanya LGBT, selama itu tidak merugikan kehidupan yang lain terutama kehidupan saya. Hanya saja, di negara ini, hal tersebut jelas ditentang, dan seharusnya demi kepentingan perusahaan, hal yang berbau unsur negative atau SARA tidak di masukkan ke dalam slogan, seragam, ataupun segala sesuatu yang berhubungan dengan perusahaan. Amat sangat disayangkan.

Boleh bersimpati, menghargai keanekaragaman yang ada, berBhineka Tunggal Ika, menerima keberagaman, dan lain sebagainya. Hanya saya, saya rasa ada beberapa Batasan yang jelas dan sebaiknya tidak perlu dipaksakan. Mengenang pemahaman LGBT belum bisa sepenuhnya diterima oleh masyarakat sekitar. Cukup diberi apresiasi secara personal tanpa menyangkut pautkan perusahaan atau suatu instansi apalagi dalam skala besar.

lgbt

Yang saya amati dan akhirnya menimbulkan pertanyaan. Apakah ini sebagai suatu cara agar mereka bisa mengkampanyekan keberadaan mereka melalui sesuatu yang berskala besar?

Lambat laun LGBT pasti ingin mendeklarasikan diri agar terbebas dari penjara oleh status social mereka. Hal tersebut wajar, karena LGBT juga manusia biasa, hanya saja mereka terperangkap ke dalam pemikiran yang menurut kita adalah hal yang menyimpang. Tentu saja, sebagian dari mereka sadar bahwa itu adalah salah, tapi jika sudah membawa kata “nyaman”, maka apalagi yang bisa digantikan. Banyak factor yang menyebabkan seseorang memilih untuk menjadi LGBT, dan sebenarnya hal tersebut diluar kuasa kita. Bisa dicegah tetapi susah untuk diobati.

Dengan adanya Gojek Indonesia yang mendeklarasikan diri bahwa mereka menerima adanya keberagaman dan menjunjung Bhineka Tunggal Ika, maka benar adanya mereka bisa jadi menerima adanya LGBT. Sebenarnya tidak hanya Gojek Indonesia yang menerima LGBT, SEBAGIAN BESAR DARI SEISI DUNIA secara sadar atau tidak sadar menerima LGBT, namun… ada yang mengdeklarasikan secara terbuka dan ada yang memilih untuk tidak membahas hal tersebut ke masyarakat. Saya rasa banyak perusahaan besar ataupun kecil juga instansi pemerintahaan yang di dalamnya mempekerjakan LGBT, dan tidak ada yang mempermasalahkan sampai ketika masyarakat atau lebih dikenal sebagai netizen mengetahui hal tersebut. BOOM! Seketika hal tersebut menjadi masalah besama. LOL!

GOJEK 2

GOJEK 3GOJEK 4

Itulah yang saya maksudkan diatas, bahwa tidak perlu adanya deklarasi tentang penerimaan keberanekaragaman yang menjurus pada LGBT, karena secara tidak langsung itu membuat LGBT menjadi sesuatu yang menyeramkan, semakin hina dimata masyarakat, dan semakin terbuang. Terlebih lagi hal tersebut dapat berdampak buruk pada perusahaan. Cukup kita apresiasi keadaan mereka dengan tidak membeda-bedakan suatu kaum. Lebih baik diam daripada meyakiti.

Boleh jadi kalian memang tidak suka dengan adanya LGBT, tapi bukan berarti kalian bebas merebut hak HIDUP dan BERMASYARAKAT. Cara kalian yang salah. Kalau tidak suka lebih baik mencari solusi untuk membantu mereka percaya pada keyakinan yang seharusnya mereka pahami, yang jelas sepaham dengan kita. Bukan berarti menyiksa mereka dengan cara memaksakan kemauan kita, walaupun itu bertujuan demi kebaikan. Hal yang di paksakan tentu tidak akan membuahkan hasil yang baik.

Kita bukan berbicara tentang satu atau dua orang, tetapi menyangkut keseluruhan, di Seluruh Dunia. Hal tersebut bukanlah hal yang mudah.

Jadi buat kalian yang udah uninstall Gojek, dengan artian kalian tidak mendukung adanya LGBT, kalian salah besar. Tandanya kalian juga harus buang iPhone kalian, Android kalian, buang sepatu dan kartu kredit kalian, belum seberapa? kalian bisa bakar mobil atau kendaraan kalian. LOL.

STOP RASIS kalau tidak bisa berbuat apa-apa. Dan untuk para pendiri perusahaan baik itu perusahaan besar di luar atau di dalam pemerintahaan, untuk tidak mengkampanyekan hal tersebut, terutama di negara kita Indonesia Raya, karena pemahaman kita tidak bisa di benturkan dengan budaya Barat. Di beberapa negara lainpun, LBGT masih menjadi perdebatan, maka cukuplah untuk tidak mendeklarasikan atau mendukung secara blak-blakkan ataupun tidak langsung agar tidak menimbulkan kerugian yang menyebar luas.

Menurut saya untuk memperbaiki dan mencegah….

  1. Pendidikan yang baik adalah Pendidikan yang dilakukan di lingkungan terdekat, yaitu lingkungan Keluarga. Penanaman moral juga agama yang baik dan tidak berlebihan tentu akan sangat berdampak positif kepada anak-anak kita. Mereka akan terbiasa dan percaya kepada orang tua, atau yang dituakan, akan kehadiran mereka dan aura positif yang kita hadirkan di dalam lingkungan dan kesehariannya. Membesarkan anak bukan lagi hanya sekedar kewajiban, tetapi merupakan sebuah seni, seni dalam mendidik dan menggiring anak agar bisa melewati semua tahapan kehidupan.
  2. Agama, adalah fondasi yang penting. Pemahaman yang baik tentang agama tentu akan menstimulus anak untuk tetap pada koridornya. Berbuat kebaikan dan percaya akan kuasa Tuhan atau Sang Pencipta. Hanya saja kadang ada beberapa kesalahan yang tak dapat diprediksi yang mengakibatkan kerusakan yang fatal terhadap anak tersebut. Contohnya : Sekolah yang memiliki metode pelajaran boarding school atau menginap di sekolah. Kadang kita lupa dan menutup mata tentang keamanan putera/puteri kita selama menginap di sekolah. Mereka dikelompokkan sesuai jenis kelaminnya dan di berikan tempat tidur berupa asrama. Asrama Puteri dan Asrama Putera. Namun tidak jarang praktek LGBT terjadi di dalam asrama tersebut, yang biasanya dilakukan oleh para senior kepada adik kelasnya atau juniornya. Malah kadang guru yang diam-diam juga LGBT melakukan hal tersebut, sungguh di luar nalar. Maka dari itu, penanaman agama yang baik sangat dibutuhkan demi menghindari hal tersebut.
  3. Menyadari teman yang mulai memasuki vase LGBT atau mulai terlihat menyimpang. Jangan dijauhi, apalagi dicibir, itu akan membuat mereka semakin yakin bahwa dirinya memang tidak pantas dan semakin terjerumus. Apabila ia seorang wanita, kita tuntun untuk mengikuti berbagai kegiatan positif yang menjadikannya lebih feminism kemudian satu paham dengan teman lainnya, dan mengenalkannya kepada teman lelaki yang bisa merangsang kembali kepekaannya terhadap lawan jenisnya. Apabila itu pria, kita lakukan hal serupa, dengan menggiringnya melakukan kegiatan yang memacu adrenalin dan menjaganya terus bersemangat, mengajaknya bergaul dengan teman wanita dan berinteraksi lebih sering lagi dengan kawan sejenisnya, agar kembali terbiasa dan merasa di terima kembali. Dan tentunya, telepas dari itu semua, dukungan dari orang tua menjadi kunci Utama.
  4. Menyediakan sarana konsultasi dan rehabilitasi khusus LGBT dengan bangunan dan karyawan yang modern, dikemas secara menarik sehingga dapat memancing LGBT sendiri untuk datang tanpa ada pemaksaan. Mendirikan sarana ini juga harus dipikirkan matang-matang secara konsep dan ketenaga kerjanyaannya, demi menghilangkan stigma “KAUM TERBUANG”, agar masyarakat juga mau bersukarela membantu keberhasilan program ini.
  5. Mengajak segala generasi, agar dapat bahu membahu menciptakan suasana yang kondusif, dan tidak menghakimi LGBT itu sendiri. Karena semakin mereka merasakan penolakan, semakin mereka mengunci diri mereka. Hal ini tentunya akan mempersulit proses mengambil simpati mereka terhadap kita yang ingin membantu.

 

So, guys! We don’t fight people, we fight for humanity. LGBT itu manusia, manusia yang memiliki paham yang sedikit berbeda dalam urusan percintaan dan seksualitas. Selebihnya? Bisa jadi ia lebih baik daripada kita. Jadi, jangan salah berperang, lebih baik Bersama-sama lebih kreatif lagi mencari cara agar membuat mereka kembali satu paham.

Sekian postingan tentang Gojek Indonesia dan LGBT, saya minta maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kata-kata yang menyakiti hati atau menyinggung baik itu saya sengaja atau tidak disengaja, saya hanya manusia biasa yang berusaha menyampaikan pendapat saya melalui sebuah tulisan. Saya berharap agar dunia ini jauh dari kebencian dan selalu menebarkan cinta yang tulus kepada sesame dan semua makhluk hidup lainnya. TERIMA KASIH 🙂

 

Much LOVE!

XO.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s