Berkah.

Bismillahirohmanirahim.

Assalamualaikum WR. WB.

Hai Guys, sedikit mau sharing tentang bulan Ramadan kali ini..

Berkah Ramadhan terasa banget buat aku pribadi. Alhamdulillah… masih dikasih nikmat umur, nikmat sehat, nikmat punya putri yang lucu dan pintar, insha Allah solehaaa amin. Nikmat bekerja untuk mendapat rezeki yang halal, nikmat bahagia punya keluarga yang utuh walaupun terpisah jarak, insha Allah selalu ada dalam do’a, nikmat lingkungan yang sehat dan dikelilingi oleh orang-orang yang Baik. Amin… Alhamdulillah…

Terketuk hati ini beberapa minggu sebelum tiba bulan suci Ramadan. Biasanya malas sholat 5 waktu. Subuh, magrib, isya pasti lewat… tapi ntah apa, ya itu… beberapa minggu sebelum masuk bulan suci, hati ini rasanya sedih dan haus akan ibadah. Apapun yang membuatku ingin terus mendekatkan diri pada Sang Khalik.

Puasa Sunah Senin Kamis. Alhamdulillah puasa Senin Kamis memang sudah sering aku kerjakan. Jauh sebelum mendekati bulan puasa. Awalnya sekalian diet, tapi sejujurnya nggak ngaruh buat aku, justru kebalikannya๐Ÿ˜‚. Tapi dibalik itu, dampak dari puasa Senin Kamis itu adalah aku bisa lebih menahan rasa “BM” alias Banyak Mau. Ketika mau ini, mau itu, mau beli ini beli itu, mau kesana kesini, lebih Ketahan, dan aku yakini itu salah satu efek dari puasa Senin Kamis… jujur, untuk puasa Senin Kamis menurut aku nggak terlalu susah, cuma karena waktu itu belum terlalu “dalam” urusan agama, jadi yang seharusnya saat puasa bisa digunakan untuk mengumpulkan pahala, ini malah kesannya kayak nahan laper sama aus aja… ehehe ya maklum lah ya..

Subuh. Maka dimulailah perjalanan ibadahku yang sesungguhnya. Dimulai dari rutinnya terbangun subuh, tanpa alarm! Dan sekita menuju kamar mandi untuk berwudhu. Begitu bersemangat sampai mengalahkan rasa malas dan rasa takut yang dulu sering menghantui (pernah di takut-takutin kalau subuh sendirian ada hantu…), alhamdulillah ya Allah, satu langkah awal yang menurutku adalah hadiah dari Allah. Subuh menjadi sesuatu yang ku rindu. Pernah sesekalinya badan ini lelah dan ngerasa malas untuk bangun untuk solat subuh, mulai berucap dalam hati, “lima menit lagi deh…”, dan apa yang terjadi, hampir habis waktu subuh baru terbangun, panikkknya bukan main, segera loncat dari kasur dan ambil wudhu, kemudian solat subuh. Alhamdulillah… alhamdulillah.. alhamdulillah..

Puasa. Menjalankan ibadah puasa bukan hanya semata-mata tidak makan dan minum. Betul, memang haus dan lapar sudah pasti, tapi mencari pahala di saat bulan puasa, ketika segala kebaikan di catatan berlipat ganda. Sungguh, banyak hal yang aku syukuri. Waktuku habis di kantor, dari pagi hingga sore bekerja, tapi aku tetap fokus untuk tidak bertingkah atau melakukan hal yang tidak penting. Manusia memiliki keinginan yang tiada habisnya, dan di bulan suci ini, aku merasa di tolong Allah SWT untuk menjadi lebih tenang.

Tadaruz. Berkah mana lagi yang paling nyata ketika aku berhasil mencapai hal yang dulu aku pikir tidak mungkin, dan ketika orang lain berpikir untuk lebih penting melakukan hal lain ketimbang membaca ayat-ayat suci Al-Quran di bulan Suci ini. Beberapa tahun yang lalu, tepat dibulan puasa, aku pernah mencoba khatam Quran, tapi baru di juz 11, sudah linglung dan terlena akan kesibukan duniawi, padahal janji Allah SWT itu lebih nyata ketimbang apapun yang ada di dunia. Saat ini, Masya Allah… setiap bait, setiap halaman, setiap surat, setiap juz… terasa berarti sampai hati ini rasanya ingin terus dan terus melantunkan ayat suci Al-Quran. Dalam hati, (masih berencana, insha Allah diberikan tuntunan agar tercapai) ingin sekali setelah berhasil membacakan ayat suci sampai khatam, dilanjutkan terus sambil memahami arti-arti dari setiap surat tersebut. Aku ini seperti sedang mencari kunci dari kehidupan. Kemana arah kehidupan ini? Kalau kita cari sesuatu dikit-dikit ke Google, aku pikir dengan membaca arti dan memahami Al-Quran, bisa membawa aku ke-jalan yang benar. Insya Allah… kuatkan iman kami ya Allah…

Menyiapkan diri, Memantaskan diri. Kita ini manusia, banyak maunya, banyak harapannya, banyak doanya, banyak cita-citanya, namun terkadang masih terlena dengan apa yang harus kita lakukan agar mendapatkan itu semua. Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah… dalam setiap sujud, terbesit, selalu terbesit… “saya sedang menyiapkan diri, memantaskan diri, agar jadi hamba Allah yang baik dan taat…“, kata-kata itu selalu membuatku kuat, karena Allah selalu berjanji untuk membalas kebaikan dengan kebaikan, yang baik untuk yang baik. Berkah bukan hanya rezeki berupa materi, tapi kesadaran untuk memperdalam ilmu agama, juga merupakan berkah… apapun yang judulnya kebaikan, itu berkah. Allah Maha Baik… selalu berprasangka baik padaNya.

Semakin ikhlas berhijab. Kadang di suatu moment aku pergi keluar rumah tanpa berhijab, tapi hati ini nggak tenang. Ngerasa ada yang kurang. Memang iya terlihat cantik ๐Ÿ™‚ *ehe* tapi masih kurang. Jadi kalau sekarang mau beli baju, mikir dulu… bisa di pake buat hijab gak ya? Karena ingin semakin memantapkan diri untuk lebih Istiqomah dalam berhijab. Bismillah… mudah-mudahan bisa lebih taat lagi. Namun terlepas dari itu semua, selama bulan puasa ini, (mungkin karena semakin rajin solat, membaca Al-Quran) ketika mau keluar tapi nggak pakai hijab kayaknya ngerasa kurang pantes deh… ntah ya, Allah punya caranya untuk membuat umatnya ‘ingat’. Yang terpenting, ikhlas memperbaiki diri… itu kunci utamanya.

Tulisan ini dibuat untuk menjadi pengingat bagi aku pribadi, juga teman-teman, bahwa Berkah atau hidayah itu datangnya tidak terduga, dan ketika diberikan hidayah yang baik, masyallah… bersyukurlah sebanyak-banyaknya, itu tandanya Allah masih cinta…

Allah

ู…ูŽู†ู’

โ€œBarangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk (dalam semua kebaikan dunia dan akhirat); dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi (dunia dan akhirat)(QS al-Aโ€™raaf:178).

Dalam ayat lain,

ู…ูŽู†

โ€œBarangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk (dalam semua kebaikan dunia dan akhirat); dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya“. (QS al-Kahf:17).

Baca selengkapnyaย https://muslim.or.id/19131-makna-dan-hakikat-hidayah-allah.html

Setiap doa setelah menjalankan solat, tidak lupa selalu meminta untuk dikuatkan iman dan dituntun dijalan yang benar. Entah dari mana ide doa itu, tapi percaya atau tidak, doa itu selalu terucap sejak sejauh aku bisa mengingat pertama kali membaca doa.

Dulu, setiap selesai solat (aku lupa siapa yang ingetin) diminta untuk baca doa yang niat… karena Allah senang ketika hamba-Nya meminta kepadaNya dengan berdoa dan jangan lupa memuji Allah, akan segala kebaikanNya yang telah diberikan, karena Allah senang dipuji. Umpama kita, ketika seseorang ada maunya, dan memuji kita pasti ada kesenangan tersendiri, begitu kira-kira kalau diumpamakan…

Menjadi muslim dan muslimah yang taat, mengamalkan ajaran dan perintah rasul, itu bukan hal yang KOLOT atau oldschool. Justru, ketika kita taat, kita patuh akan ajaran Allah dan rasulNya, nilai kita sebagai umat manusia akan bertambah (tentunya disini Islam yang dimaksud adalah Islam yang sesungguhnya, yang cinta akan perdamaian). Contoh.. ketika seorang pria (Ikhwan) selalu mengamalkan ajaran Rasul, ttg bagaimana memperlakukan wanita dengan baik, hafiz Quran, berperilaku dan bertindak sesuai dengan ajaran Islam, serta kelebihan-kelebihan lainnya sebagai pendukung, entah itu harta, jabatan, pendidikan, dan lain sebagainya yang semakin menambah nilai plus. Begitupun sebaliknya… ketika seorang wanita (Akhwat) berwajah cantik, sholeha, taat beragama, dan memiliki kelebihan lainnya seperti hartanya, jabatan, pendidikan, dan lain sebagainya yang juga menjadi kelebihannya… apa yang pertama ada dipikirkan kita?

Mungkin sebagian ada yang mikir ih, sok agamis banget… atau pencitraan kalik ya… atau gak gaul banget sih… atau lebih parah kayak anak kuper! Hehehe gak papa… berarti ya memang bukan jodoh mereka dong ๐Ÿ™‚ itulah yang dimaksud yang baik untuk yang baik… bukan berarti mereka yang mikir anak muda islami itu nggak keren. bukan orang baik, tapi lebih tepatnya, mereka harus membenahi diri, memantaskan diri, untuk mendapatkan yang baik… semoga kita semua selalu dipertemukan dengan lingkungan yang baik. Amin.

Saat ini berkat para seleb tanah air kita, terutama yang muda dan milenial, telah memutuskan untuk berhijrah… jujur, dari situ juga aku tergugah untuk “tau” lebih tentang Islam dan ternyata Islam itu KEREN. Kalo dulu ustad, ulama, kyai, kan selalu kalau dakwah isi kontennya yang berat.. yang bikin ngantuk.. yang bikin nangis.. (inget banget dulu waktu masih SD nonton di salah satu stasiun TV, isi siarannya dakwah dari Ust. Zainuddin MZ. Ciri khasnya kalau dakwah sampai bikin nangissss gitu. Bagus sih, tapi susah kena buat anak muda jaman sekarang). Nah sekarang banyak Ustad muda, ustad yang pemikirannya terbuka dan membawa dakwah menjadi kegiatan yang asyik dan menyenangkan, salah satunya ada seorang ustad yang dari mulai suaranya, pembawaannya, sampai isi dakwahnya menyenangkan, yaitu Ustad Hanan Attaki, dan masih banyak lagi yang seperti Beliau dengan ciri khas masing-masing. Yang jelas, Islam itu menyenangkan dan tidak mengajarkan tentang kekerasan ๐Ÿ™‚

Cuma.. sayangnya kalau mau datang atau ikut kegiatan seperti kajian islami, atau kegiatan dakwah dari Ustad yang aku ngefans gituuu sering terbentur sama jam kantor, jadi ya paling update dari sosial media, kan sekarang bisa nonton Live di Instagram… ๐Ÿ™‚ PS: Instagram juga di pake buat hal-hal positif ya Gaes biar datengin pahala dan berkah, bukan sebaliknya. Ingat… Allah SWT itu dimana-mana, jangan takut sama manusia, takut sama Allah ๐Ÿ™‚

Intinya begini, kita sholat, kita Ngaji, kita sedekah, kita Qurban, atau apapun yang judulnya beribadah, jangan riya. Tolong saling mengingatkan… sesama muslim/muslimah… Kalau tujuannya untuk mengajak, atau membangun semangat yang lainnya, atau mengingatkan, boleh.. tapi kembali lagi, apabila itu hanya semata-mata untuk kebutuhan “upload” (wallahualam, hanya kita sendiri yang tau) takutnyaaaa yang tadinya bernilai pahala, malah nggak berarti dan lebih parah bisa menjadi dosa. Naudzubillahiminzalik. Bijak dalam beragama, supaya usaha kita mencapai Ridho Allah SWT dapat tercapai. Amin amin allahuma Amin.

Insyallah, berkah yang dirasakan ini, yang didapatkan, yang saat ini menjadi kebaikan, bisa tetap terjaga dan semoga bisa terus lebih mendalami ilmu agama sebagai bekal kehidupan di dunia dan akhirat, karena sesungguhnya kita semua akan kembali kepadaNya. Menghadap dan mempertanggung jawabkan semuanya. Jadi anggaplah waktu kita yang tersisa ini, sebagai lahan kita mencari “tabungan” akhirat, ladang untuk berdzikir, menanam pundi-pundi pertolongan, mendoakan keluarga kita yang sudah terlebih dahulu menghadap Sang Pencipta agar dilapangkan kuburnya dan di terima semua amalan dan ibadahnya.

Jangan lupa perbanyak Istigfar, jadikan diam waktu untuk berdzikir, sungguh tidak ada yang sia-sia ketika kita berdzikir, aku pribadi saksi hidup bagaimana dengan dzikir semua urusan dunia menjadi mudah, Masha Allah… Sampai terkadang berpikir, saya ini pendosa, Allah Maha Baik, selalu memberikan kemudahan, kebaikan, dan selalu dituntun untuk kembali. Allahu akbar… terima kasih ya Allah

Sedekah, kurangi harta yang tidak penting dengan bersedekah, karena semua harta dan benda itu akan dipertanggung jawabkan, akan dipertanyakan, maka bijaklah dalam memiliki barang-barang, ingat akan hak-hak orang kecil… berkah lain yang bisa dirasakan secara langsung adalah ketika kita bersedekah dan seketika hati kita senang, itu adalah suatu berkah… bersyukurlah…

Ada beberapa hal yang masih belum terlaksana, yaitu membiasakan subuh berjamaah di masjid… salah satu sunah Rasul. Sebetulnya sudah terpanggil, tapi masih takut… takut jalan sendirian *ehehe* maklum yaaa masih belum secanggih itu, tapi insya Allah, biasanya sekali dicoba, lolos, sisanya akan terbiasa… doakan yaaaah! Ingat kata orang tua yang selalu bilang, setiap langkah untuk beribadah, akan dihitung sebagai pahala, dan keutamaan sholat subuh berjamaah di masjid adalah untuk menjauhkan kita dari sifat munafik dan mendapatkan kemuliaan dari Allah. Bismillah, mudah-mudahan bisa seniat itu dalam waktu dekat yah… sebetulnya tetangga sebelah ibu-ibu juga ada yang jalan subuh untuk sholat di masjid berjamaah, tapi belum kenal ๐Ÿ˜…

Yaaa itu sedikit cerita tentang nikmat bulan puasa yang aku alami… semoga ada hikmah yang dapat diambil, bisa menjadi inspirasi teman-teman bahwa Islam itu nyata, saya yang betul-betul merasakan nikmat pertolongan Allah SWT… Dan mohon dimaafkan yaaa apabila ada kata atau penulisan yang salah dalam blog post kali ini. Saling mendoakan supaya kita semua umat muslim bersudara dapat mencapai surga Allah SWT, amin amin amin ya rabbal alamin…

Assalamualaikum WR. WB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s