14 Kandungan Produk Yang Perlu Dihindari Saat Hamil. Wajib Tau!!!

ls_mothersday_free

Kehamilan merupakan hadiah terindah yang diberikan Tuhan bagi umatnya terutama bagi pasangan suami dan isteri yang telah menanti kehadiran sang buah hati. Namun bagi ibu hamil, terdapat beberapa pantangan yang mesti dipatuhi. Terdapat dua tipe pantangan, pantangan pertama yang sifatnya medis (bisa dijelaskan dan terdapat data-data yang dapat menguatkan) serta pantangan non-medis atau yang biasa kita dengar seperti “kata orang dulu”. Hal tersebut semata-mata ingin agar ibu dan bayi dalam kandungan tetap sehat dan terjaga dengan baik.

Dalam postingan kali ini kita akan membahas tentang bahan-bahan apa saja yang dianggap berbahaya bagi ibu hamil. Umumnya terdapat pada suatu produk kecantikan ataupun perawatan tubuh yang biasa digunakan sehari-hari. Tapi jangan panik! Karena dengan adanya teknologi yang semakin canggih, tentunya calon ibu akan lebih mudah mencari dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan agar bayi di dalam kandungan serta ibunya tetap sehat dan tentunya berbahagia. Berikut bahan-bahan yang sebaiknya dihindari selama masa kehamilan dan setelah melahirkan:

1. Merkuri

Kandungan yang terdapat pada Merkuri sangat berbahaya dan tidak boleh ada di dalam produk kecantikan yang sedang digunakan oleh ibu hamil, bahkan saat sedang tidak hamil produk ini tetap tidak dianjurkan untuk digunakan. Merkuri dapat berdampak pada kerusakan sistem saraf dan gangguan perkembangan janin. Jadi lebih baik bunda memilih produk lainnya tanpa bahan Mercuri ya…

2. Salicyl Acid (BHA)

Umumnya kandungan ini terdapat pada produk-produk pengobatan/perawatan kulit berjerawat. Dalam bahasa perawatan biasa ditemui dengan tulisan chemical peeling. Pada produk yang dijual baik di pasaran atau dengan resep dokter, salicyl acid dapat berbentuk sabun atau krim. Pemakaian dengan konsentrasi 2 persen masih dikategorikan aman, namun ibu hamil lebih baik menghindari penggunaan produk yang mengandung salycil acid. Sebuah studi penelitian telah membuktikan bahwa menggunakan produk salicylic acid oral saat trimester ketiga berisiko menyebabkan pendarahan janin.

3. Retinoid

Merupakan turunan dari vitamin A, seperti retinoic acid, retinyl palmitate, retinaldehyde, adapalene, tretinoin, tazarotene, dan isotretinoin, Bahan kandungan ini banyak ditemukan dalam produk anti-aging yang berfungsi mempercepat regenerasi kulit. Penggunaan retinoid dapat menyebabkan janin mengalami kecacatan fisik dan mental serta racun liver, meski hanya diaplikasikan pada lapisan kulit.

4. Minyak Esensial

Minyak esensial bermanfaat untuk mengurangi rasa mual, mengurangi insomnia, dan memberikan efek relaksasi. Namun harus tetap berhati-hati sebab terdapat beberapa aroma yang dinilai tidak aman untuk janin, apalagi bila memiliki konsentrat yang tinggi. Pastikan untuk tetap berkonsultasi lebih dulu dengan dokter kandungan, ya.

5. Benzoil Peroxide

Kandungan ini dapat diserap melalui kulit sebanyak 5 persen pada saat dioleskan. Benzoyl peroxide memiliki kekuatan untuk membasmi bakteri penyebab jerawat. Walaupun belum ada penelitian mengenai bahaya penggunaan benzoil peroxide pada manusia, namun akan lebih baik jika ibu hamil menghindari penggunaan bahan ini. Formulanya juga dapat menyebabkan kerusakan janin yang cukup serius. Apabila perubahan hormon yang terjadi memengaruhi pertumbuhan jerawat di kulit wajah, sebaiknya kamu konsultasikan pada dokter kandungan dan dermatologi.

6. Hydroquinone

Umumnya terdapat pada produk pemutih kulit. Sebagian besar produk pencerah wajah instant memiliki bahan kandungan hydroquinone. Hydroquinone dapat menyebabkan kerusakan organ pada janin, sehingga akan lebih baik jika ibu hamil tidak menggunakan produk kosmetik pemutih kulit terlebih dahulu. Bahkan ketika tidak hamil pun, sebaiknya menghindari kandungan yang satu ini. Study telah menunjukan bahwa 45 persen pengobatan dengan menggunakan hydoquinone meresap ke dalam kulit dan berisiko mengontaminasi aliran darah.

7. Soy

Soy atau kedelai merupakan fitoestrogen yang dapat memperparah bercak hitam pada ibu hamil.

8. PABA

PABA atau Para Amino Benzoic Acid biasanya terdapat pada produk tabir surya. Produk yang memiliki kandungan PABA ini dapat menyebabkan keseimbangan hormon terganggu dan menjadikan kulit lebih gelap. Konsultasikan dengan dokter kandungan apabila menginginkan produk tabir surya yang aman bagi ibu dan kandungan.

15_Bahan_Kosmetik_Yang_Harus_Dihindari_Oleh_Ibu_Hamil

9. Benzophenone-3

Benzophenone-3 (Oxybenzone) juga terdapat pada beberapa tabir surya dan memiliki aktivitas seperti yang dilakukan hormon estrogen, juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon.

Menggunakan tabir surya adalah wajib! Apalagi paparan sinar matahari merupakan faktor utama penyebab masalah kulit, termasuk tanda penuaan. Akan tetapi, kamu harus memilih produk tabir surya yang tidak terbuat dari bahan kimia. Dalam kategori FDA (Food and Drug Administration), hanya kandungan zinc oxide dan titanium dioxideyang aman untuk kamu gunakan

10. Rhodamin

Rhodamin biasa terdapat pada make up dengan warna mencolok. Pewarna ini terlarang bagi kosmetik karena sebenarnya merupakan pewarna untuk tekstil. Pemakaian rhodamin pada kosmetik dapat menyebabkan kanker kulit pada ibu dan kecacatan pada janin.

11. Formaldehyde

Formaldehyde atau formalin dapat menyebabkan iritasi, masalah pernapasan, dan yang terbukur adalah kanker. Sebagian besar produk perawatan pelurus rambut dan cat kuku masih menggunakan kandungan tersebut, serta sejumlah merek kecantikan tidak berkredibilitas. Hati-hati juga dengan bahan makanan yang mengandung formalin. Pelajari ciri-cirinya dengan baik.

12. Sodium Lauryl Sulfat

Periksa kandungan yang terdapat dalam produk perawatan rambut yang biasa digunakan. Sodium lauryl sulfat adalah bahan kimia yang berperan menciptakan busa dan sayangnya masih banyak produk yang menggunakan terlalu banyak konsentrat melebihi standart aturan kosmetik. Jadi, sebaiknya tidak menggunakannya, terlebih saat masa kehamilan.

13. Paraben

Tidak semua kandungan paraben berbahaya untuk tubuh. Tapi karena paraben dapat terakumulasi  di dalam tubuh, sebaiknya menghindari selama masa kehamilan. Penelitian menunjukan bahwa paparan paraben dapat menyebabkan gangguan bagi perkembangan janin, bahkan saat bayi telah lahir nanti.

14. Botulinum Toxin (Botox)

Meski belum ada penelitian yang membuktikan efek bahaya injeksi botox, dysport, atau xeomin pada ibu hamil, namun sebagian besar dermatologis tidak merekomendasikan perawatan ini karena sistemnya bekerja melumpuhkan otot di sekitar kerutan—dan sebaiknya tidak mengambil risiko untuk janin.