Tips cerdas untuk bunda yang bekerja.

Hai Moms.

Banyak mommies yang masih bingung, galau, atau resah jika harus kembali bekerja pasca melahirkan. Kadang berpikiran untuk resign karena enggak tega ninggalin sang buah hati namun disatu sisi untuk melepaskan pekerjaan bukanlah suatu pilihan yang baik mengingat segala kebutuhan akan biaya sehari-hari dan jangka panjang juga harus direncanakan dengan baik. Jatah cuti kantor juga kadang masih dianggap kurang, dan akhirnya tidak ada pilihan lain selain harus membawa breastpump ke kantor, dan percayalah itu bukanlah pekerjaan yang mudah.

Daftar-Perlengkapan-Bayi-Baru-Lahir-0-3-bulan

Dilema itu dialami hampir oleh semua ibu karier. Ada beberapa tips yang dapat membantu para mommies terutama yang baru saja melahirkan buah hati pertamanya. Tentu rasa cemas dan gelisah tidak bisa hilang seketika, namun semua itu butuh proses. Perlu rasa percaya diri dan pemikiran yang terbuka. Berikut adalah tips yang bisa dijadikan penyemangat mommies untuk kembali bekerja tanpa perlu merasa bersalah.

  1. Hal pertama yang perlu disiapkan adalah memastikan semua kebutuhan sang bayi terpenuhi dengan baik. Dimulai dari pakaian, pempers, berbagai perlengkapan setelah mandi seperti minyak penghangat tubuh, krim bayi, baby cologne, bedak, hand body, dan lain sebagainya, serta pastikan bagi siapapun pengasuhnya untuk dapat memahami rangkaian produk yang akan digunakan dengan baik.
  2. ASI atau susu formula? Semua tergantung pada kualitas dan kuantitas ASI yang dimiliki. Terkadang ada mommies yang jumlah ASI nya tidak terlalu berlimpah sehingga untuk memerah dan menyiapkan persediaan ASI tentunya tidak akan semudah mommies yang dikaruniai kuantitas ASI yang berlimpah. Well, susu formula to the rescue. Persiapkan persediaan ASI dalam lemari pendingin sesuai dengan kebutuhan atau siapkan susu formula dengan takaran yang sudah disiapkan menggunakan container sehingga memudahkan pengasuh untuk menyiapkan susu tersebut. Jangan lupa, jelaskan cara menyiapkan ASI dari yang masih beku untuk diberikan kepada bayi sehingga kualitasnya juga tetap terjaga.
  3. Para mommies tentu sudah banyak yang tahu bahwa MPASI juga bisa disimpan di dalam lemari pendingin kan? Persiapkan dengan baik rangkaian MPASI yang akan diberikan kepada bayi kita dan jelaskan dengan baik bagaimana kita ingin MPASI tersebut disajikan dan diberikan kepada bayi kita. Jangan lupa untuk menyiapkan kudapan untuk makanan selingannya.
  4. Pastikan pengasuh bayi atau anak adalah orang yang kita percayai, jangan sekali-kali meninggalkan bayi kepada baby sitter tanpa pengawasan dari keluarga atau orang yang kita kenal dengan baik. Hal ini tentu demi mengurangi ke khawatiran kita ketika harus berjauhan dengan bayi kita.
  5. Memasang CCTV. Mungkin sebagian dari kita berpikir terlalu berlebihan untuk memasang kamera pengintai di area rumah untuk mengawasi dan memantau pergerakan orang-orang yang ada di dalam rumah. Namun sejatinya alat kecil yang mampu memberikan gambaran secara langsung dimanapun kita berada adalah hal yang sangat penting. Kita dapat memastikan bayi kita diasuh dengan baik dan tentunya dapat bersama-bersama mengawasi bayi kita agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
  6. Memastikan pengasuh memiliki sarana untuk dapat menghubungi dan dengan mudah menemukan nomer telepon orang tua, keluarga dan nomer-nomer penting lainnya seperti satpam perumahan, kantor polisi dan rumah sakit terdekat.
  7. Mengedukasi dan mensosialisasikan tentang semua peralatan yang akan digunakan untuk mendukung kegiatan pengasuhan, terutama apabila alat pendukung tersebut adalah alat modern yang perlu edukasi tersendiri. Contohnya seperti kereta dorong atau stroller untuk bayi yang mengharuskan pengasuh membuka lipatan pada dorongan tersebut, tentunya kita perlu memberikan informasi yang baik tentang bagaimana cara membuka serta melipatnya kembali. Begitupun dengan alat pendukung lainnya, seperti alat proses makanan bayi, alat steril, dan berbagai perlatan yang menggunakan mesin lainnya. Untuk mempermudahnya mommies dapat meninggalkan tulisan yang berisi “cara pemakaian” menggunakan kertas tempel yang diletakkan dekat peralatan tersebut guna mempermudah pengasuh untuk membaca apabila akan digunakan.
  8. Kembali bekerja bukanlah hal yang mengerikan. Pikiran positif tentunya akan membantu kita untuk tetap dapat melakukan kegiatan sehari-hari dengan baik. Maka siapkan keperluan pribadi mommies dengan baik agar tidak membuat “kegaduhan” ketika tiba waktunya untuk kembali bekerja. Dimulai dari pakaian kerja yang sudah diatur dengan baik, ada baiknya pakaian dipersiapkan dari hari Senin sampai dengan Jumat, dan apabila kantor tempat mommies bekerja menggunakan seragam tentunya akan mempermudah proses persiapan sehari-hari karena tidak perlu memilih pakaian. Hal ini guna mempersingkat waktu dalam hal mix and match baju kerja. Penting untuk diingat, bagi yang masih memberikan ASI exclusive, alat pompa ASI dan tempat penyimpanan ASI agar selalu dibawa.
  9. Terakhir, belajarlah untuk tetap tenang. Panik bukanlah solusi dari segala permasalahan. Apabila semua langkah di atas telah dipersiapkan dengan baik, maka prakteknya akan dapat lebih mudah untuk menyesuaikan. Terdapat kekurangan pada saat masa penyesuaian itu hal yang biasa, berusahalah untuk kembali bersikap dan berpikir positif untuk mengatur alur pengasuhan yang baik. Bayi bahagia, mommies
  10. Tidak perlu merasa bersalah apabila ada segelintir netizen yang berpikiran bahwa ibu bekerja adalah ibu yang tidak mengurus anak. Semua itu akan berlalu, dan semua akan baik-baik saja. Hal yang paling penting adalah, “Kita bekerja untuk masa depan yang baik, dan tentu untuk masa depan anak kita.”

Tips di atas berhasil membantu saya dalam mengatasi kekhawatiran dalam pola pengasuhan ketika sedang bekerja. Hal terpenting adalah memastikan bayi atau anak kita dalam keadaan aman, nyaman, dan bahagia. Persediaan makan, minuman, dan beberapa mainan untuk tetap membuat mereka aktif tentu akan membuat mereka merasa nyaman. Apabila anak sudah bersekolah, pastikan kebutuhan dan keperluannya terpenuhi dengan baik, serta pastikan system untuk pengantaran dan penjemputannya.

53133-pengasuh-anak

Berikut tips apabila pengasuhnya adalah seorang nanny atau asisten rumah tangga “ART”.

  1. Pastikan kita mengenal karakter nanny atau ART dengan baik. Usahakan mereka juga mengenali bayi atau anak kita dengan sangat baik. Mengenali kebiasaan bayi atau anak seperti pola keseharian sang anak sejak baru bangun tidur di pagi hari hingga kembali tidur di malam hari, kemudian ciri-ciri khusus seperti bila bayi atau anak merasakan sesuatu yang tidak nyaman pada bagian tubuh mereka, mengingat jadwal makan, minum dan tidur (jadwal tidur siang), terutama ketika bayi atau anak kita bosan dan butuh perhatian.
  2. Siapkan jadwal dan simulasi pekerjaan mereka. Hal ini agar mempermudah dalam mengerjakan tugas serta dapat meminimalis kesalahan pekerjaan.
  3. Secara teratur memantau kinerja mereka, bisa melalui orang lain yang kita percayai untuk setidaknya sesekali mengawasi ketika mommies sedang bekerja, seperti keluarga dan kerabat dekat.

Untuk memastikan bayi atau anak tidak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan, sebelum meninggalkan untuk bekerja, ada baiknya memeriksa kondisi fisik terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada luka atau ciri-ciri luka fisik lainnya. Hal ini guna membedakan apabila ada luka atau kelainan pada tubuh mereka saat mommies kembali dari bekerja. Selain itu bagi yang memiliki balita, tentunya akan lebih mudah karena kita dapat bertanya langsung kepada sang anak tentang bagaimana perlakuan pengasuhnya tersebut.

a47893e2-9421-45ibuc0-9dcd-fd55898c8ad3_169

Demikian mommies beberapa tips yang bisa dibagikan agar mempermudah dan mengurangi kecemasan kita apabila hendak meninggalkan anak untuk bekerja. We’re not a bad mom. Bekerja bukan berarti tidak perduli. Hal itu dapat kita buktikan dengan menunjukkan bagaimana mommies tetap dapat memperhatikan kebutuhan anak serta tetap bekerja demi masa depan sang anak.

Semoga tulisan ini bermanfaat ya moms.

End.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s