JENIS DAN GEJALA KANKER! (Berdasarkan kasus yang sering terjadi di Indonesia)

Kanker adalah penyakit yang sangat berbahaya dan merupakah salah satu penyakit yang paling mematikan di dunia. Meski begitu penyakit ini dapat dicegah, ditangani, dan disembuhkan. Mengenal berbagai penyebab kanker serta gejala utamanya dapat mengedukasi dan membantu kita menurunkan risiko, bahkan mencegah penyakit kanker.

Kanker adalah istilah yang digunakan untuk mengelompokkan penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel yang tidak terkontrol. Pertumbuhan sel yang tidak normal ini awalnya terjadi di bagian tubuh tertentu, kemudian dapat menyebar ke bagian tubuh lain, bahkan mampu menembus serta menghancurkan jaringan tubuh normal. Di dunia kedokteran, terdapat lebih dari 200 jenis kanker berdasarkan asal jaringan tempat sel tersebut tumbuh. (Source: Alodokter.)


Sebagian dari kita masih bingung tentang kanker dan tumor. Banyak orang yang menganggap bahwa tumor itu kanker, atau pun sebaliknya. Ya, sebagian besar dari mereka memang masih bingung dan tidak bisa membedakan kanker dan tumor. Apakah tumor bisa menyebabkan kanker? Apakah sebaliknya? Ataukah kanker dan tumor adalah hal yang sama? Berikut penjelasannya.

Persamaan antara kanker dan tumor

Banyak orang yang menganggap bahwa kanker dan tumor itu sama, sebab memang terdapat beberapa kemiripan sifat yang dimiliki keduanya. Berikut adalah kemiripan dari kanker dan tumor:

  • Keduanya sama-sama bisa tumbuh cukup besar. tumor jinak ataupun kanker bisa tumbuh hingga ukuran yang sangat besar sekali pun.
  • Kanker dan tumor, keduanya sama-sama berbahaya. Meskipun memang kanker masih lebih berbahaya dibandingkan dengan tumor jinak, namun jangan menganggap remeh tumor jinak yang tumbuh. Beberapa kasus tumor jinak akan sangat berbahaya, seperti tumor otak yang dapat menghancurkan struktur otak secara perlahan.
  • Keduanya dapat kambuh lagi di kemudian hari. Jika pengobatan kanker dan tumor tidak dilakukan secara tepat dan masih ada sel abnormal yang tertinggal di dalam tubuh, maka bukan tidak mungkin keduanya akan muncul kembali di bagian tubuh yang sama.

Perbedaan antara kanker dan tumor

Meskipun ada beberapa persamaan, namun kanker dan tumor tetaplah kedua hal yang berbeda. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan yang dimiliki keduanya, yaitu:

  • Pertumbuhan kanker lebih cepat. Sel kanker memiliki pertumbuhan yang sangat cepat, sementara sel tumor tidak.
  • Kanker mampu menyebar ke bagian tubuh lain namun tidak bagi sel tumor yang hanya tumbuh dan menetap pada salah satu bagian tubuh saja, sel kanker mampu untuk menyebar dengan cepat ke bagian tubuh mana pun.
  • Lokasi timbulnya kembali gejala yang semula sudah membaik: Pada tumor jinak, biasanya gejala timbulnya penyakit akan terjadi lagi pada bagian tubuh yang sama seperti kasus sebelumnya. Tetapi pada kanker, hal ini bisa terjadi pada bagian tubuh mana pun.
  • Jenis pengobatan yang berbeda. Tumor jinak biasanya cukup dihilangkan dengan operasi dan diambil semua jaringan tumor yang sedang tumbuh. Namun pada kasus kanker, pengobatannya sedikit lebih kompleks. Sel kanker yang bersifat menyebar dan tumbuh dengan cepat harus dimatikan dulu dengan obat kemoterapi atau radiasi. Kemudian, tumor ganas tersebut baru akan dioperasi, diangkat sisa-sisa selnya.

Jenis Kanker Yang Banyak Terjadi di Indonesia.

Di Indonesia, peningkatan jumlah penyakit kanker meningkat dari tahun ke tahun. Oleh karena itulah, kita harus mengetahui berbagai bentuk kanker ganas dan pencegahan yang bisa dilakukan. Berikut adalah macam macam penyakit kanker yang harus Anda tahu, di antaranya:

1. Kanker paru-paru

Penyebab utama kanker paru-paru adalah merokok. Kanker jenis ini paling banyak menyerang orang berusia 55-65 tahun. Ada dua jenis utama kanker ini, kanker sel paru besar yang paling banyak ditemui, dan kanker sel paru kecil yang menyebar lebih cepat.

paru

Selain perokok aktif yang berisiko mengalami kanker paru-paru, perokok pasif pun bisa mengalaminya. Meskipun dampak yang ditimbulkan tidak langsung.

Sudah banyak kasus kanker paru-paru yang berujung dengan kematian. Tak jarang diantaranya adalah perokok pasif alias orang yang menghirup asap rokok. Amat sangat disayang akan bukan? Memang bukan kesalahan dari orang yang merokok, namun dampak dari asap rokok itu sendiri membuat kerugian bagi masyarakat banyak khususnya bagi yang tidak merokok.

Selain rokok dan asap rokok, polusi udara juga berperan dalam kasus kanker paru-paru. Berdasarkan data internasional, sekitar 3-5 persen penderita kanker paru-paru berhubungan dengan pajanan polusi udara,” kata Ketua Departemen Paru Fakultas Kedokteran UI RSUP Persahabatan, DR dr Agus Dwi Susanto Sp.P(K), FAPSR, FISR, Selasa, 12 Februari 2019.

Polutan yang paling berpengaruh terhadap penyakit kanker ialah particulat matter (PM) 2,5 atau partikel halus dengan ukuran di bawah 2,5 mikron yang bisa masuk ke dalam organ-organ dalam tubuh manusia.

“PM 2,5 kalau terhirup dari saluran napas, selama kontinyu dia akan merangsang terjadinya perubahan sel yang ada di dalam saluran napas dan paru-paru dari yang normal menjadi abnormal, terjadilah dia kanker.

Selain kanker paru-paru, polusi juga bisa menjadi penyebab dari sakit jantung dan stoke.

2. Kanker usus

Kanker usus besar tumbuh di jaringan usus besar, sedangkan kanker rektum tumbuh di beberapa sentimeter di usus besar dekat anus. Kebanyakan kasus diawali dengan gumpalan kecil sel jinak atau polip yang dari waktu ke waktu tumbuh menjadi sel kanker. Pemeriksaan sangat dianjurkan untuk menemukan polip sebelum berubah menjadi kanker.

usus

Seiring bertambah usia, risiko kanker usus justru semakin besar. Kanker ganas ini akan lebih berisiko bagi yang memiliki kebiasaan mengonsumsi alkohol, masalah terhadap berat badan atau obesitas serta bagi yang memiliki riwayat dengan jenis kanker ini. Test screening lebih awal diperlukan agar kemungkinan bertahan hidup lebih baik.

Kanker rektum adalah kanker usus besar atau dubur, berada di ujung saluran pencernaan bawah.

3. Kanker payudara

Sel kanker biasanya terbentuk di dalam saluran yang bertugas mengalirkan susu ke puting susu atau kelenjar yang memproduksi susu. Meski lebih sering dialami oleh wanita, tak menutup kemungkinan kanker payudara juga bisa terjadi pada pria.

payudara

Gejala utama dari kanker payudara adalah munculnya benjolan yang terasa berbeda dari jaringan sekitar payudara, disertai keluarnya cairan abnormal hingga disertai dengan nyeri pada bagian payudara. Perlu diketahui, peluang terserang kanker payudara akan lebih besar jika orang tersebut memiliki perubahan gen tertentu, rutin konsumsi alkohol, terlambat menopause, menstruasi sebelum usia 11 tahun, belum pernah hamil atau hamil di atas usia 35 tahun, hingga terpapar radiasi.

Jujur sebenernya aku juga belum dapat informasi lebih tentang bahaya radiasi. Dari hasil pencarian semuanya menjurus ke radiasi dari penggunaan handphone, wifi, dan sinar matahari. Untuk radiasi dari penggunaan handphone sendiri masih terus dilakukan penelitian, dan belum ada hasil paten yang menyatakan bahwa penggunaan handphone menyebabkan terjadinya sel kanker dalam tubuh manusia. Sehingga ada baiknya, untuk menjaga kesehatan, dapat dibatasi penggunaan handphone dan wifi dengan cara mengatur penggunaan dan meletakkan handphone jauh dari tubuh kita minimal 90 sentimeter ketika tidak digunakan. Begitupun dengan wifi, sebaiknya di matikan ketika sedang tidak digunakan. Perbedaannya dapat dirasakan, ketika kita mematikan wifi dan handphone ketika hendak tidur, maka saat terbangun tubuh akan terasa lebih segar.

4. Kanker hati

Kanker hati lebih sering terjadi pada mereka yang memiliki penyakit hati kronis seperti sirosis¹. Jenis kanker ini biasanya disebabkan akibat infeksi kronis dengan penyakit seperti hepatitis B dan C, hemochromatosis², cacat lahir, atau konsumsi alkohol berlebihan. Selain itu, kanker hati juga dapat dikaitkan dengan penyakit obesitas atau tubuh yang memiliki lemak berlebihan.

hati

Perlu diketahui, risiko mengidap kanker hati primer dua kali lipat lebih besar pada pria dan wanita dengan usia rata-rata 60 tahun. Pada umumnya, lebih dari setengah pengidap kanker hati primer memiliki sirosis.

¹: Sirosis adalah kondisi rusaknya organ hati akibat terbentuknya jaringan parut. Jaringan parut ini terbentuk akibat penyakit liver yang berkepanjangan, misalnya karena infeksi virus hepatitis atau kecanduan alkohol.

²:Hemochromatosis herediter adalah kondisi saat tubuh menyerap terlalu banyak zat besi dari makanan yang Anda konsumsi.

5. Kanker prostat

Kanker prostat adalah jenis kanker yang menjadi momok bagi kaum pria, karena penyakit ini menganggu fungsi organ reproduksi pria. Pada tingkat dasar, kanker prostat disebabkan oleh perubahan pada DNA sel prostat normal. Hal ini terjadi ketika sel prostat mengalami mutasi dan mulai berkembang di luar kendali.

prostat

Selain itu penyebab jenis kanker ini adalah terkait dengan usia lanjut, obesitas, hingga seringnya mengonsumsinya susu tinggi lemak dan daging merah. Kanker prostat dapat menimbulkan rasa sakit, kesulitan buang air kecil, disfungsi ereksi dan gejala lainnya yang berhubungan dengan alat kelamin pria.

Pnkreas info

6. Kanker darah (Leukemia)

Pada dasarnya terdapat banyak jenis kanker darah dan semuanya menyerang jaringan tubuh yang bertugas dalam pembentukkan darah seperti sumsum tulang dan sistem limfatik¹. Kanker darah mengakibatkan kelebihan produksi sel darah putih² yang abnormal.

Saat kondisi normal, sel darah putih akan berkembang di tubuh secara teratur untuk mengatasi infeksi. Namun bagi penderita jenis kanker ini, sumsung tulang akan memproduksi sel-sel darah putih yang abnormal.

darah

Dengan jumlah sel darah putih yang berlebihan, hal itu akan mengakibatkan penumpukan dalam sumsum tulang sehingga sel-sel darah yang sehat akan berkurang. Selain menumpuk, sel abnormal tersebut juga dapat menyebar ke organ lain seperti limfa, hati, ginjal, paru-paru, otak dan tulang belakang.

Selain jumlah sel darah putih, penyebab kanker darah juga bisa terjadi para mereka yang pernah menjalani pengobatan kanker. Radioterapi atau kemoterapi tertentu diduga dapat memicu kanker darah.

¹:Sistem limfatik adalah suatu sistem sirkulasi sekunder yang berfungsi mengalirkan limfa atau getah bening di dalam tubuh. Limfa (bukan limpa) berasal dari plasma darah yang keluar dari sistem kardiovaskular ke dalam jaringan sekitarnya.

²:Sel darah putih, leukosit (bahasa Inggris: white blood cell, WBC, leukocyte) adalah sel yang membentuk komponen darahSel darah putih ini berfungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh.

7. Kanker serviks

Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh di sel-sel di leher rahim. Umumnya, kanker serviks tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Meski belum diketahui penyebabnya dengan pasti, terdapat beberapa faktor utama yang menyebabkan penyakit ini adalah HPV (human papilloma virus)¹.

serviks

Faktor lain yang dapat memicu kanker serviks adalah kebiasaan merokok. Wanita yang merokok dua kali lebih berisiko mengalami kanker serviks dibanding wanita yang tidak merokok. Selain itu terdapat faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker serviks antara lain mengkonsumsi pil KB selama 5 tahun atau lebih, mengkonsumsi obat pencegah keguguran, melahirkan di bawah usia 17 tahun, dan riwayat kanker serviks di keluarga.

¹:Human papillomavirus atau HPV adalah virus yang dapat menyebabkan infeksi di permukaan kulit, serta berpotensi menyebabkan kanker serviks. Infeksi virus ini ditandai dengan tumbuhnya kutil pada kulit di berbagai area tubuh, seperti lengan, tungkai, mulut, serta area kelamin.

8. Kanker lidah

Secara anatomi, lidah manusia terdiri dari dua bagian yaitu bagian depan yang terletak dalam mulut dan bagian pangkal yang terletak di dekat tenggorokan. Kanker lidah dapat berkembang di kedua bagian tersebut.

lidahSementara itu, jenis kanker yang tumbuh pada lidah bagian depan termasuk di dalam kategori kanker mulut. Sementara kanker yang tumbuh pada bagian pangkal lidah termasuk di dalam kanker orofaring atau kanker tenggorokan.

Tembakau dan alkohol diduga menjadi penyebab utama kanker lidah karena keduanya  memiliki sifat karsinogenik¹. Zat-zat yang bersifat karsinogenik umumnya mengandung unsur kimia yang dapat merusak DNA di dalam sel dan memicu kemunculan kanker.

¹:Karsinogenik adalah sifat mengendap dan merusak terutama pada organ paru-paru karena zat-zat yang terdapat pada rokok. Sehingga paru-paru menjadi berlubang dan menyebabkan kanker. Pengobatannya yaitu dengan menghentikan konsumsi nikotin dan menggunakan obat tradisional.

9. Kanker lambung

Jenis kanker ini dapat diidap oleh orang-orang dengan segala usia, meski begitu sebagian besar penderitanya berusia 55 tahun ke atas. Secara umum, kanker lambung terjadi ketika sel-sel di lambung berkembang tidak terkendali.

lambung

Akibat pertumbuhan berlebihan tersebut, sel-sel yang tadinya memiliki sifat normal untuk membantu tubuh berfungsi dengan baik, justru menjadi terakumulasi menjadi tumor. Jika tidak mendapatkan penanganan, tumor bisa menjalar ke bagian tubuh melalui sistem limfatik (6.¹).

10. Kanker pankreas

Pankreas adalah organ aksesoris pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi utama: menghasilkan enzim pencernaan atau fungsi eksokrin serta menghasilkan beberapa hormon atau fungsi endokrin

Tumbuhnya tumor di dalam pankreas dapat menyebabkan kanker pankreas. Pada umumnya, kanker pankreas terjadi pada mereka yang berusia lanjut. Terdapat beberapa faktor yang meningkatkan risiko terkena kanker pankreas seperti diabetes, hepatitis kronis dan pernah menderita peradangan pada pankreas (pankreatitis).

pankreas

Selain faktor-faktor risiko seperti yang disebutkan di atas, terdapat faktor risiko lainnya yang juga bisa meningkatkan risiko terjangkit kanker pankreas, yaitu orang-orang yang banyak mengonsumsi minuman beralkohol berlebihan dan penderita hepatitis kronis.

11. Kanker kulit

Kanker kulit adalah jenis kanker yang tumbuh di jaringan kulit. Kondisi ini ditandai dengan perubahan pada kulit, seperti munculnya benjolan, bercak, atau tahi lalat dengan bentuk dan ukuran yang tidak normal.

Kanker kulit diduga kuat disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet dari matahari. Sinar UV ini dapat menyebabkan rusaknya sel pada kulit, hingga menimbulkan kanker kulit.


Memahami 15 Gejala Utama Penyakit Kanker

Pada beberapa kasus, gejala kanker tidak disadari oleh penderitanya, sehingga banyak penderita baru mengunjungi dokter saat sudah ada keluhan. Pada saat ini, tak jarang kanker ganas sudah memasuki stadium lanjut yang biasa kita dengar atau sebut sebagai kanker stadium empat. Mewaspadai gejala kanker dapat membantu kamu mendeteksi kanker sedini mungkin. Berikut gejala-gejala kanker yang perlu kamu cermati:

  • Perubahan pada mulut
    Kanker mulut sering terjadi pada perokok yang ditandai dengan adanya bercak merah cerah, abu-abu, atau kuning di dalam mulut dan lidah. Keluhan ini juga sering disertai dengan pembengkakan di mulut, kemudian mulut yang sering berdarah tanpa sebab jelas, dan mati rasa pada mulut dan wajah.
  • Rasa sakit saat menelan
    Rasa sakit saat menelan makanan merupakan hal biasa jika kamu sedang batuk atau mengalami radang tenggorokan. Tetapi kanker tenggorokan ataupun kanker perut juga memiliki gejala serupa, terutama jika disertai muntah atau penurunan berat badan secara drastis tanpa usaha, dalam waktu relatif singkat.
  • Batuk darah
    Batuk yang berlangsung lama hingga lebih dari empat minggu dan disertai darah dapat menjadi gejala kanker paru-paru. Bisa disertai dengan kehilangan nafsu makan, kelelahan berlebihan, dan penurunan berat badan.
  • Nyeri ulu hati
    Nyeri ulu hati yang tidak kunjung reda dan terasa sangat mengganggu, serta tidak berkurang dengan pengobatan biasa, dapat menjadi gejala adanya kanker ovarium, kanker tenggorokan, dan kanker lambung.
  • Perut kembung
    Perut yang terasa penuh atau terdesak secara terus menerus, diiringi perdarahan dari vagina, atau penurunan berat badan secara signifikan bisa jadi merupakan tanda adanya kanker usus, kanker pankreas, atau kanker ovarium.
  • Gangguan buang air
    Perubahan yang terjadi seputar buang air seperti BAB atau BAK yang berdarah dalam jangka waktu panjang, dapat menjadi pertanda adanya penyakit yang lebih serius, seperti kanker usus, kanker ginjal, atau kanker kandung kemih.
  • Depresi dan sakit perut
    Meski cukup jarang terjadi, namun depresi yang disertai dengan sakit perut berkepanjangan dapat menjadi gejala penyakit kanker pankreas.
  • Perdarahan di antara waktu menstruasi
    Perdarahan di luar waktu menstruasi atau menstruasi yang memanjang, dengan jumlah darah yang berlebihan dapat menjadi pertanda adanya kanker endometrium atau kanker pada dinding rahim
  • Perubahan pada testikel
    Kanker testis biasanya diawali dengan adanya benjolan pada testis pria yang terasa nyeri. Bisa juga disertai dengan penimbunan cairan di dalam skrotum, terasa berat, dan sakit seperti tertusuk-tusuk.
  • Rasa sakit pada bagian tubuh tertentu
    Nyeri berlebihan atau berkepanjangan dapat menjadi pertanda adanya kanker pada bagian tubuh tertentu. Misalnya sakit kepala yang terjadi secara terus-menerus dapat menjadi tanda adanya tumor pada otak, dan nyeri punggung dapat menandakan kanker ovarium, kanker usus atau kanker dubur.
  • Perubahan pada kulit
    Kanker kulit dapat ditandai dengan perubahan warna kulit, kemerahan pada kulit, permukaannya menjadi keras atau bersisik, adanya tahi lalat yang terus bertambah ukurannya, atau timbulnya benjolan mencurigakan pada permukaan kulit.
  • Perubahan pada payudara
    Kanker payudara yang terjadi pada pria dan wanita memiliki gejala yang serupa, yaitu dimulai dengan adanya benjolan pada payudara, kulit payudara berkerut menyerupai kulit jeruk dan berwarna kemerahan, terasa nyeri, dan adanya cairan atau darah yang keluar dari puting.
  • Berat badan turun secara drastis
    Penyakit kanker pankreas, kanker lambung, dan kanker paru-paru umumnya timbul dengan gejala awal berupa penurunan berat badan secara drastis. Penurunan berat badan ini terjadi tanpa usaha dan dalam waktu singkat.
  • Demam berkepanjangan
    Penyakit leukemia atau kanker darah lain umumnya diawali dengan gejala demam berkepanjangan yang tidak kunjung sembuh, tanpa sebab yang jelas.
  • Kelelahan yang tidak kunjung reda
    Selalu merasa lelah meski sudah beristirahat secukupnya dapat menjadi gejala kanker. Bahkan, kelelahan dapat menjadi tanda bahwa kanker sedang berkembang.

 Cara mencegah kanker.

Lebih baik mencegah daripada mengobati.”

Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah kanker.

  • Mengonsumsi makanan sehat, seperti sayur dan buah, protein, serta lemak sehat, membatasi makanan atau minuman yang terlalu manis, mengurangi mengkonsumsi makanan cepat saji atau makanan dan minuman dalam kemasan, membatasi konsumsi daging olahan, membatasi makanan terlalu berminyak, menghindari alkohol dan berhenti merokok.
  • Menjaga berat badan agar tetap ideal dengan cara rutin olahraga minimal 30 menit setiap hari. Contoh olahraga yang paling mudah dilakukan adalah jalan cepat atau aerobik mengikuti instruksi pelatih, hal ini dapat dimudahkan dengan menggunakan video online di YouTube.
  • Melindungi diri dari paparan sinar matahari dengan pakaian dan tabir surya, terutama antara pukul 11 pagi sampai pukul 4 sore.
  • Hindari kebiasaan melakukan tanning atau menggelapkan kulit, baik secara alami di bawah sinar matahari maupun dengan tanning bed.
  • Menghindari hal-hal yang bisa meningkatkan risiko kanker, misalnya melakukan seks bebas, berbagi menggunakan jarum suntik, atau menggunakan narkoba.
  • Melakukan vaksinasi terhadap infeksi virus yang bisa memicu terjadinya kanker, misalnya virus hepatitis B dan HPV.

Kanker berkembang karena perubahan DNA.

Kebanyakan kanker tidak dipengaruhi oleh infeksi, namun terjadi karena perubahan DNA dalam tubuh seseorang yang menyebabkan terjadinya perubahan menjadi sel kanker.

Pada dasarnya kanker bukan penyakit menular. Seseorang yang sehat tidak akan ditularkan kanker oleh orang lain. Tidak ada bukti saat seseorang melakukan kontak seperti berhubungan seksual, ciuman, sentuhan, saling berbagi makanan atau percikan melalui udara.

Pada orang yang sehat mempunyai sistem pertahanan tubuh yang kuat akan mengenali sel asing dan menghancurkannya, termasuk sel kanker.

Jadi jangan khawatir ya, karena kanker tidak sama dengan penyakit menular. Kanker dapat ditularkan hanya dengan cara transplantasi organ, proses melahirkan (hal yang sangat jarang terjadi, hanya beberapa kasus seperti kanker kulit pada ibu hamil yakni melanoma, penyebaran kanker hingga ke plasenta dan janin.) Terakhir, kanker dapat dipicu oleh kuman, penyebarannya melalui kuman, contohnya seperti kanker servick dan hepatitis B dan C yang dapat menyebabkan kanker hati.

  • Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

    Foto Google

    You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

    Connecting to %s