PERHATIKAN! BAHAN KOSMETIK YANG DAPAT MENYEBABKAN KOMEDO!

Hi Semua,

Mau share lagi pengalaman aku tentang hasil dari coba-mencoba produk skin care, yang berakhir dengan muka jadi komedoan. Kok bisa yah, padahal kan skin care? Kok bisa ya, kulit kita gak cocok sama skin care, padahal kan tujuannya merawat wajah?Jujur, aku juga kadang ngerasa depresi nyari skin care yang sesuai sama jenis kulitku, fyi jenis kulitku adalah kombinasi (normal to oily). Tapi ya sama aja kayak nyari pasangan kan, pelan-pelan, kadang gagal, tapi kalo udah nemu yang cocok, yaudah selamanya akan sama dia. Azek… Lol! Bisa aja neh Dea!

Jadi, kemarin aku sempet coba beberapa skin care, tapi aku belum bisa sebut mereknya, karena aku masih mau coba lagi, mungkin karena dari beberapa itu, ada salah satunya yang gak cocok (bukan semua), jadi aku gak mau terlalu cepet bilang aku gak cocok sama brand ini. Pakai produk skin care “A” ini baru dua hari, teratur. Di hari ke 3 mulai tuh ada jerawat gede timbul di deket pipi, padahal aku udah lamaaa banget gak pernah yang jerawatan yang gede, aku sih positive thinking, mungkin karena pola makan yang gak terjaga disini (Seoul) dan kadang suka makan mie instant juga. Tapi bisa jadi juga karena gak cocok skin care, jadi inisiatif buat coba stop dulu deh pakai skin care yang baru, dan balik pake masker-masker yang biasa aku pake. YOU KNOW WHAT?! Setelah aku berhenti pakai skin care A, jerawat dan komedo dalam satu dua hari, membaik! Artinya bisa jadi aku gak cocok sama rangkaian produk skin care yang aku lagi pakai.

So, ini lah beberapa informasi yang aku dapat tentang bahan dan produk kosmetik atau skin care yang dapat menyebabkan komedo atau jerawat.

Alkohol

seperti metanol atau etanol sering digunakan sebagai pelarut pada beberapa jenis skincare, terutama skincare untuk kulit yang oily atau kombinasi. Meski kandungan alkohol dalam perawatan bisa menghilangkan minyak pada wajah, alkohol bisa menyebabkan kekeringan pada kulit. Alkohol bisa menghilangkan sebum alami sehingga kulit malah lebih banyak memproduksi minyak untuk menghidrasi dan wajah makin berminyak setelah penggunaannya.

Sebum akan terjebak dalam kelenjar minyak dan bakteri akan masuk. Mereka suka dengan sebum,” papar Jane Iredale, founder skincare dan kosmetik mineral Jane Iredale, seperti dikutip dari Reader’s Digest.

Jane menyarankan untuk memilih pembersih dantoner yang tidak mengandung alkohol. Micellar water lebih baik digunakan daripada toner beralkohol.

Cocoa butter

Begitu mendengar cocoa butter yang pertama kali terpikirkan pasti adalah wanginya yang enak seperti kue. Cocoa butter adalah lemak yang diambil dari cokelat sehingga memiliki kandungan asam lemak yang tinggi dan dapat membantu melembabkan kulit dan mengurangi kerutan dengan menambah keelastisan kulit. (Sebenernya kalau cocok sih bagus banget yaaa buat menjaga keelastisan kulit kita). Biasanya, bahan ini digunakan untuk moisturizer atau lipbalm. Di balik manfaatnya, kandungan asam stearat dan oleat yang tinggi pada cocoa butter bisa menyumbat pori-pori pada semua jenis kulit wajah, sehingga cocoa butter sangat tidak disarankan digunakan untuk kita yang memiliki kulit acne-prone. Sebaiknya, cocoa butter digunakan untuk skincare tubuh saja ya, misalnya body lotion, body cream, atau body butter, ku juga suka banget pakai body butter sehabis mandi, gak cuma yang cocoa aja.. bener-bener bikin kulit badan lembab seharian.

Silicone

Kandungan silicone pada makeup seperti primer atau foundation bisa berupa Dimethicone, Methicone, Trimethicone, dan sebagainya. Bahan silicone di produk kosmetik akan membuat wajah kita lebih lembut, velvety, dan flawless karena bahan ini dapat membentuk suatu lapisan yang menutupi kulit. Silicone juga digunakan untuk jenis kosmetik yang water resistant, sehingga make up yang kita gunakan tidak mudah hilang jika terkena keringat. Tapi ternyata, kemampuan silicone dalam membentuk lapisan di permukaan kulit, tidak hanya dapat menutupi make up atau kondisi kulit asli kita saja loh, tapi juga dengan kotoran, sel kulit mati, atau debu yang ada di wajah kita! Hal ini yang dapat menyebabkan pori-pori kulit kita menjadi tersumbat dan komedo akan muncul.

Close Up acne small pimple on nose. concept of beauty and health.

Coconut oil 

Coconut oil adalah kandungan yang biasanya ditemukan pada produk pelembab kulit.  Coconut oil mengandung vitamin E dan asam amino esensial yang dapat bermanfaat bagi kulit. Selain itu, coconut oil memiliki kandungan lemak yang tinggi, sehingga apabila teroksidasi dapat berperan seperti lem yang akan merekatkan partikel debu atau sel-sel kulit mati sehingga dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan munculnya komedo. Tapi  jangan khawatir, kita tetap dapat menggunakan coconut oil dalam bentuk virgin coconut oil (VCO) karena coconut oil jenis ini lebih sulit teroksidasi sehingga cenderung non-comedogenic.

Talc 

Kandungan ini dapat dengan mudah kita dapat temukan di bedak atau foundation karena talc adalah zat yang memiliki banyak fungsi seperti menyerap minyak berlebih, membantu melekatkan makeup ke kulit, dan dapat mencegah makeup yang diaplikasikan jadi cakey. Tapi, talc yang tidak dibersihkan dengan sempurna bisa menyumbat pori-pori bersama dengan debu atau sel kulit mati, sehingga bisa menyebabkan komedo.

Paraben

Paraben adalah pengawet dalam makeup dan skincare. Bahan ini juga muncul dengan nama methylparaben, propylparaben, butylparaben, dan ethylparaben. Paraben sebenarnya sudah disetujui sebagai bahan yang aman dalam produk kosmetik dan perawatan kulit, namun sebenarnya ada potensi bahwa kandungan ini bisa memengaruhi hormon sehingga berkontribusi pada munculnya jerawat hormonal. Bukan ide buruk untuk menghindari produk yang mengandung paraben untuk mencegah efek buruk bagi tubuh, seperti kerusakan kulit atau penuaan dini.

Benzoyl Peroxide

Bahan ini memang sering ditemukan dalam kandungan perawatan khusus untuk kulit berjerawat. Benzoyl peroxide terhitung sebagai bahan yang cukup keras untuk wajah, namun dianggap ampuh mengempeskan jerawat dan membunuh bakteri penyebab jerawat. Meski dianggap sebagai bahan yang sangat ampuh, efek sampingnya cukup banyak, seperti iritasi, gatal, nyeri, radang, dan kulit mengelupas. Efek ini bisa dihindari apabila digunakan dengan dosis yang tepat. Jadi untuk kulit yang benar-benar sensitif, sebaiknya minta pada dokter kulit untuk memberikan resep paling ringan.

Retinol

Kerap ditemukan dalam produk perawatan anti-aging yang bisa menyamarkan kerutan dan garis halus di wajah, meratakan warna kulit, dan menghilangkan bintik hitam bekas jerawat di wajah. Kelebihan lain yang dimiliki retinol adalah merangsang pergantian sel kulit dan meningkatkan produksi kolagen. Namun pada sebagian orang, retinol bisa menimbulkan efek samping yang cukup agresif seperti kulit yang kemerahan atau iritasi. Sebaiknya, Anda konsultasikan dengan dokter kulit terlebih dahulu untuk menemukan dosis yang pas bagi kulit rentan berjerawat.

Parfum

Produk perawatan yang mengandung parfum kurang cocok diaplikasikan pada wajah yang berjerawat, apalagi kalau kulit cenderung sensitif. Kalau setelah penggunaan merasa gatal atau tidak nyaman di area wajah, bisa jadi ini adalah penyebab di balik efek parfum. Mona Gohara, MD, dermatologist sekaligus profesor di Departemen Dermatologi Universitas Yale, menyarankan agar tidak menggunakan skincare yang mengandung parfum agar efek-efek negatif yang dialami bisa berkurang.

Butiran Scrub

Eksfoliasi biasanya menjadi perawatan rutin para wanita yang bisa bermanfaat untuk membersihkan pori-pori dan sel-sel kulit mati. Untuk wajah yang berjerawat, eksfoliasi tidak disarankan karena butiran scrub-nya bisa membuat jerawat semakin meradang sehingga wajah akan semakin memerah dan iritasi, bahkan bisa memicu jerawat baru. Selama wajah masih berjerawat dan meradang, hindari pemakaian scrub atau pilih bahan yang butirannya halus.

Asam Salisilat

Adalah salah satu bahan yang paling umum ditemukan dalam skincare khusus wajah yang rentan jerawat dan berminyak. Asam salisilat memang ampuh untuk membunuh bakteri di dalam pori-pori yang tersumbat. Namun, disarankan untuk tidak menggunakan bahan ini secara terus menerus terlebih lagi ke seluruh wajah. Menurut Kerri Daniels, konsultan sekaligus dematologist asal New York, asam salisilat yang berlebihan digunakan pada wajah akan mengakibatkan kemerahan, iritasi, bahkan juga bisa membuat wajah terlalu kering. Sebaiknya, gunakan asam salisilat secara berkala atau aplikasikan sebagai spot treatment dengan dosis rendah.

Kesimpulannya adalah, semua bahan dasar dari kosmetik atau skin care bertujuan baik, yaitu merawat wajah, namun dosis dan kegunaannya harus di sesuaikan dengan kebutuhan kulit masing-masing. Dari situ cara yang tepat adalah dengan mengetahui jenis kulit wajah kita terlebih dahulu, kemudian kenali masalah kulit wajah, dan terakhir, sebelum membeli dibaca dulu bahan-bahan dasarnya. Dengan begitu kita bisa meminimalisir salah pakai kosmetik atau skin care yang dapat berdampak fatal pada kulit wajah 🙂

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s