Dampak Buruk Sinar Matahari Bagi Tubuh, Hindari Berada di Luar Ruangan Saat Terik Matahari, Alasan Lain Selain Takut Kulit Menjadi Gelap.

Dibalik berjuta manfaat dari sinar matahari bagi kehidupan dan kesehatan, siapa sangka pancaran cahayanya yang menyilaukan juga bisa memberikan efek buruk bagi tubuh kita. Tak hanya sekedar menyebabkan kulit terbakar matahari (sunburn) saja, masih ada berbagai efek negatif dari sinar matahari yang perlu kita ketahui bersama. Apa aja yah? Baca terus postingan ini ya.

Sinar matahari yang bagus dan aman untuk tubuh adalah sinar matahari pagi (antara pukul 6 sampai 9.30 pagi) dan sinar matahari sore (antara pukul 4 sore sampai terbenamnya matahari). Sinar matahari pagi mengandung vitamin D yang bisa menguatkan tulang dan gigi kita. Disisi yang lain, saat terkena sinar matahari pagi, tubuh kita mengeluarkan zat endorfin yang berfungsi sebagai zat anti depresi alami.

Hal ini berbanding terbalik dengan sinar matahari pagi dan sore. Kita harus berhati-hati dengan sinar matahari siang. Sinar matahari pada siang hari pada puncak teriknya, mengandung ultraviolet yang berdampak negatif terhadap kulit tubuh manusia. Mungkin masih aman apabla paparan sinar matahari siang hanya beberapa saat saja. Namun berbeda halnya apabila paparan ini berlangsung lama, apalagi saat matahari sedang terik-teriknya, paham kan gimana yang aku maksud terik-teriknya ? lols. Hal tersebut tentunya akan berdampak buruk terhadap manusia maupun lingkungan sekitar, karena panasnya yang melebihi tingkat kewajaran.

Berikut ini aku coba rangkum beberapa dampak (negatif) dari paparan sinar matahari yang terus menerus ya…

a. Dampak terhadap kulit.

Sinar matahari siang mengandung sinar ultraviolet (“UV”) yang tidak bersahabat dengan kulit manusia. Radiasi sinar UV ini ada 3 kategori, Radiasi UVA, UVB dan UVC. Apa perbedaanya?

Radiasi UVA memiliki pengaruh yang paling “tidak ganas” diantara dua lainnya. Radiasi ini menyebabkan kulit berkerut, penuaan dini, gatal gatal dan perubahan warna kulit.

loading…


(sc_adv_out = window.sc_adv_out || []).push({
id : “706276”,
domain : “n.ads1-adnow.com”
});

//st-n.ads1-adnow.com/js/a.js

Radiasi UVB menyebabkan kerusakan protein di dalam kulit sehingga dapat mengakibatkan kulit terbakar dan penyakit kanker kulit.

Radiasi UVC lah yang punya efek paling berbahaya. Radiasi ini dapat menyebabkan mutasi pada DNA yang akhirnya menjadi awal terjadinya kelainan genetik. Gunakan Sunblock atau produk yang mengandung SPF (Sun Protector Factor).

b. Dampak terhadap mata.

Mata manusia adalah indra yang sangat sensitif terhadap cahaya. Terlalu lama menatap matahari dengan mata telanjang bisa menyebabkan penyakit katarak loh. Lindungi mata kita dengan cara mengunakan sun glasses atau kaca mata hitam.

Penyakit katarak bisa berakhir dengan kebutaan. Simon Kelly, Dokter ahli mata dari Royal College bahkan memperingkatkan bahwa menatap terlalu lama sinar UV tanpa menggunakan pelindung mata dapat membakar mata layaknya kulit yang terbakar. Dia juga menambahkan bahwa menatap langsung matahari dapat melukai retina. Area dibelakang mata yang bertanggung jawab terhadap penglihatan ini akan rusak secara permanen. Selain katarak, ancaman radiasi sinar matahari yang lain terhadap mata adalah kanker kulit yang menyerang kelopak dan daerah sekitar mata, paparan yang terlalu lama akan mengingkatkan resiko ini. Gunakan kacamata hitam sebagai pelindung.

c. Dampak terhadap rambut

Melakukan aktifitas dibawah sinar matahari pada siang hari tanpa pelindung kepala menyebabkan rambut mudah rusak. Selain kusam dan kasar, sinar UV juga menyebabkan pigmen rambut berubah warna menjadi kemerahan. Pernah dengar istilah “Alay” atau Anak Layangan? Istilah yang diberikan untuk rambut yang berwarna kemerahan seperti tidak terawat. Fenomena Anak Layangan ini timbul karena kebanyakan anak-anak yang sering bermain layangan tidak memakai pelindung kepala, sehingga sebagian besar rambut mereka berwarna coklat kemerahan. Mungkin berawal dari sini istilah tersebut muncul.

Usahakan untuk menggunakan pelindung kepala saat berada di luar ruangan, juga menggunakan vitamin rambut demi menjaga kesehatan rambut dan kulit kepala.

d. Dampak terhadap tubuh.

Pernah ikut suatu kegiatan yang mengharuskan kita berpanas-panasan dibawah sinar matahari? Saat badan terkena panas matahari dalam waktu lama, tubuh mengeluarkan banyak cairan dalam bentuk keringat. Hal ini menyebabkan tubuh kekurangan cairan atau yang sering disebut dengan dehidrasi.  Para penderita dehidrasi akan merasakan tenggorokan kering, pusing, mata berkunang-kunang bahkan terparahnya sampai hilang kesadaran diri. Hal ini dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Segera istirahat di tempat teduh dan minum air putih sebanyak banyaknya.

Pekerjaan yang berpotensi terkena kanker yang disebabkan oleh pancaran sinar UV. Yuk cari tau.

1. Pekerja konstruksi/ kuli bangunan.

Terkena sinar matahari selama berjam-jam sudah sangat jelas dapat merusak kulit mereka dan meningkatkan risiko kanker. Mesothelioma, kanker paru-paru adalah jenis lain dari risiko kanker yang mempengaruhi pekerja konstruksi. Disebabkan karena inhalasi asbes, umumnya dilaporkan pada pekerja industri yang berurusan dengan asbes .

2. Petani

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan untuk mengeksplorasi dampak pertanian terhadap peningkatan risiko kanker, dipastikan bahwa seseorang yang bekerja di pertanian memiliki risiko 35% lebih tinggi daripada seseorang yang tidak bekerja di pertanian. Juga, prevalensi kanker paru-paru karena paparan yang berlebihan pada knalpot mesin, pestisida, pupuk, dan unsur-unsur kimia lainnya meningkatkan risiko limfoma, leukaemia, dan beberapa kanker lainnya.

3. Pemandu pendaki gunung.

Seorang pemandu pendaki gunung pastinya sering terpapar sinar UV setiap harinya. Selain itu, udara yang tipis di puncak gunung, tak cukup efektif untuk menyerap gelombang UV. Nah, kondisi inilah yang berisiko merusak sel-sel kulit, sehingga memicu pertumbuhan sel kanker. 

4. Kru penerbangan/ flight attendance.

Kru penerbangan juga tak luput dari ancaman kanker kulit. Alasannya, paparan sinar UV dan radiasi kosmik berlebihan yang menjadi penyebabnya. Kanker kulit ini akan berkembang sebagai mutasi sel pembawa pigmen kulit.

4. Pekerja kantoran.

Menurut ahli kulit dari New York City Schweiger Dermatology, siapa pun yang bekerja di dalam ruangan sepanjang minggu, lalu terbakar sinar matahari saat di akhir pekan, juga berisiko terserang kanker kulit. Tak hanya itu saja alasannya, dalam berbagai kondisi, sinar UV juga bisa menembus kaca. Nah, pekerja kantoran yang tak melindungi kulitnya dengan tabir surya, tak menutup kemungkinan juga bisa terserang kanker kulit.

Tips agar tetap aman dan terlindungi dari pancaran sinar UV yang bisa kita ikuti.

1. Gunakan Tabir Surya dengan SPF 30 Ke Atas dan Mengandung PA.

Gunakan tabir surya atau sunblock setiap hari sebelum beraktivitas. SPF berperan sebagai tabir untuk perlindungan terhadap UVB. Sebagaimana kita tahu, SPF memiliki varian level. Mengutip dari Nivea.com, SPF terpecah menjadi 4 level, yakni Low (4, 6, 8, 10) , Medium or Moderate (15, 20, 25) , High (30, 40, 50) , dan Very High (50+). SPF 15 akan memberikan perlindungan sekitar 93% dari sinar UVB, SPF 30 sekitar 97% dari sinar UVB, dan SPF 50 sekitar 98% dari sinar UVB.

Masih mengutip dari Nivea.com, untuk membantu kita memahami sedikit lebih baik, jika kulit mulai terbakar matahari setelah 5 menit tanpa tabir surya, menggunakan SPF 30 akan melindungi kulit kamu selama 30 x 5 menit (atau 150 menit) sebelum kamu mulai terbakar. Itu baru melindungi dari UVB, terus melindungi kulit dari UVA apa dong? Nah, untuk itu gunanya PA, mengutip dari Paulaschoice.com, terdapat rating untuk PA yakni,

PA + = Beberapa perlindungan UVA.

PA ++ = Perlindungan UVA sedang.

PA +++ = Perlindungan UVA tinggi.

PA ++++ = Perlindungan UVA yang Sangat Tinggi.

2. Lakukan Perawatan Kulit di Malam Hari

Lakukan perawatan kulit sebelum tidur yang cocok untuk jenis kulit kamu dan yang mengandung bahan pencerah misalnya Korean Golden Bell, Rice, Vitamin C dan sebagainya juga yang mengandung pelembab misalnya Aloe Vera agar kulitmu tidak kusam dan tetap cerah. Aloe Vera sudah menjadi obat rumahan sejak bertahun-tahun untuk mengatasi pasca-sunburn. Meski, belum ada bukti ilmiah yang mendukung Aloe Vera untuk mengatasi sengatan sinar matahari, dalam praktiknya Aloe Vera dapat menenangkan dan dan membuat kulit yang terbakar menjadi terasa dingin, atau lebih tepatnya, dapat menenangkan segala masalah yang terjadi pada kulit. 🙂

3. Minum Air Putih yang Cukup

Sudah menjadi rahasia umum air putih memiliki efek yang baik untuk kulit. Dan ketika kulit kita terbakar, maka cairan tubuh kita akan ditarik ke permukaan kulit sehingga tubuh kekurangan cairan. Oleh karena itu, untuk mengisi ulang cairan tubuh, perlu minum air putih yang cukup. Mengutip dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, banyaknya air yang harus kita penuhi untuk sehari dalam tubuh tergantung dari berat badan kita yaitu,

  • 45 kg = 1.9 L/Hari
  • 50 kg = 2.1 L/Hari
  • 55 kg = 2.3 L/Hari
  • 60 kg = 2.5 L/Hari
  • 65 kg = 2.7 L/Hari
  • 70 kg = 2.9 L/Hari
  • 75 kg = 3.2 L/Hari
  • 80 kg = 3.5 L/Hari
  • 85 kg = 3.7 L/Hari
  • 90 kg = 3.9 L/Hari
  • 95 kg = 4.1 L/Hari
  • 100 kg = 4.3 L/Hari

4. Gunakan Sheet Mask

Sheet mask memiliki essence di dalamnya yang memiliki manfaat antara lain Hydrating atau menambah kadar air di dalam dan di permukaan kulit, Moisturizing atau melembabkan kulit dengan bekerja meningkatkan produksi minyak, Nourishing yang bekerja seperti pelembab akan tetapi level minyaknya di atas pelembab. Brightening untuk mencerahkan wajah, Revitalizing yang bermanfaat untuk menyejukkan kulit yang lelah dan kusam, Purifying untuk mengangkat kotoran, dan Firming untuk mengencangkan kulit wajah.

Akan tetapi semua manfaat itu didapatkan di dalam varian yang terpisah. Untuk mengatasi sunburn maka disarankan menggunakan masker varian Hydrating, Brightening, dan Revitalizing. Yang lain juga sebenarnya bisa-bisa aja, untuk pemakaian awal-awal pada wajah yang gelap atau terbakar disarankan penggunaan 3 varian itu terlebih dahulu.

5. Scrub Wajah 2 Minggu Sekali / exfoliate.

Paparan sinar matahari dalam jangka panjang dapat mengakibatkan kulit menjadi terbakar. Jika terlalu lama dibiarkan, kulit akan menghitam akibat hiperpigmentasi. Selain dengan perawatan di malam hari atau dengan skin care kandungan bahan pencerah, scrub yang lembut juga perlu untuk mengeksfoliasi kulit dari tumpukan sel kulit mati. Ingat, di gosoknya jangan terlalu kencang ya, nanti justru bisa melukai kulit kita.

6. Gunakan Pelindung Seperti Topi, dsb.

Walaupun kamu sudah pakai tabir surya, kamu gak disarankan membiarkan kulit kamu terbuka di bawah sinar matahari ya apalagi kalau sedang terik-teriknya. Karena tabir surya bekerja hanya sebagai tabir yang mengurangi intensitas masuknya sinar UV ke kulit kamu, dan tabir surya bekerja dipengaruhi oleh seberapa banyak kamu mengaplikasikan tabir surya, kondisi cuaca, seberapa banyak keringatmu, seberapa lama kamu berenang atau beraktivitas, dan juga jenis kulit kamu, yang mana faktor-faktor tersebut dapat mengurangi kinerja tabir surya. Jadi, penggunaan topi, kaca mata, ataupun payung sebagai penghalang sinar UV tetap dibutuhkan.

7. Istirahat Yang Cukup

Mengutip dari msn.com, selama jam tidur, hidrasi tubuh (pemenuhan kebutuhan cairan tubuh) kamu diseimbangkan kembali dan ada peningkatan hormon pertumbuhan saat ia memperbaiki dirinya sendiri. Hal itu memungkinkan kulit memulihkan kelembaban untuk memperbaharui sel-sel yang rusak. Kekurangan tidur dapat mengakibatkan kulit menjadi kusam dan merusak kolagen yang ada di dalam kulit karena kekurangan tidur berefek pada meningkatnya kadar hormon kortisol dalam tubuh yang mana hormon tersebut dapat merusak kolagen dan elastisitas kulit kamu. Akibatnya, kulit kamu akan menua sebelum waktunya. Bayangkan, sinar UV mampu membuat kulit tampak menua ditambah lagi kurang tidur, kebayang gimana mengkhawatirkannya kulit kita? 😦

Baca tulisan sebelumnya tentang rekomendasi sunblock wajah terbaik beserta penjelasan dan harganya. Klik DISINI.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s